PAN: KPU Kok Malah Klarifikasi Hotel Borobudur? Itu Cuma Simbolis

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Rabu, 27 Mar 2019 11:18 WIB
Foto: Dradjad Wibowo (Dok. Pribadi)
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo heran dengan jawaban KPU atas pernyataan Amien Rais yang meminta rekapitulasi suara Pemilu 2019 tidak digelar di Hotel Borobudur. Dradjad menyebut 'Hotel Borobudur' bukanlah inti yang dipersoalkan Amien.

"Lah KPU kok malah Hotel Borobudurnya yang diklarifikasi. Hotel Borobudur ini lebih sebagai simbolis saja dari Pak Amien. Itu berdasarkan pengalaman Pak Amien setelah melihat keanehan dalam tabulasi hasil pemilu di Borobudur," kata Dradjad kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

"Tapi karena waktu itu kami belum mempunyai bank data yang memadai, kami belum bisa mengungkapkan secara teknis dan rinci di mana potensi kecurangannya," imbuh Dradjad.


Saksikan juga video 'Amien Rais: Rekapitulasi Pemilu Jangan di Hotel Borobudur, Banyak Jin':

[Gambas:Video 20detik]



Soal potensi kecurangan itu, Dradjad menyebut sekarang mereka sudah memiliki data DPT. Meskipun ada 4 digit NIK yang ditutup oleh KPU, sebut Dradjad, alasan yang disampaikan terkait hal itu masih masuk akal, yaitu menjaga privasi masing-masing pemilih dan pihaknya bisa menerima alasan itu.

"Namun Mas Agus Maksum dkk dari tim kami bisa menelusuri data lengkap (termasuk NIK) 11 juta orang pemilih dari 17,5 juta pemilih yang tidak masuk akal. Yaitu yang memiliki tanggal kelahiran sama. Bahkan banyak satu KK yang beranggotakan ratusan orang. Atau satu NIK berisi beberapa orang. Baru 11 juta yang bisa diverifikasi saja masalahnya sudah banyak. Apalagi dari seluruh DPT yang katanya 192 juta itu," sebut anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

Dradjad lantas kembali menjelaskan maksud pernyataan Amien Rais soal potensi kecurangan pemilu. Soal 'Hotel Borobudur', dia menegaskan itu hanya ungkapan simbolis dari Amien Rais.

"Nah maksud Pak Amien, KPU jangan lagi menganggap tidak ada masalah yang berpotensi kecurangan atau merusak legitimasi pemilu. Jadi 'Hotel Borobudur' itu lebih sebagai simbolis terhadap masalah dan kecurangan yang dicurigai banyak terjadi dalam pemilu-pemilu yang lalu," jelas dia.


Dia lalu menceritakan tanya jawab antara dirinya dengan komisioner KPU Viryan Aziz dalam satu acara. Pertanyan Dradjad seputar data 17,5 juta pemilih yang memiliki tanggal lahir yang mereka anggap aneh karena sama.

Menurut Dradjad, KPU dan Dukcapil mengaku para pemilik data tersebut lupa tanggal lahirnya.

"Lalu berdasarkan info Mas Agus, saya tunjukkan bahwa para pemilih tersebut sebenarnya punya tanggal lahir. Itu terbukti dari NIK mereka. Saya tanya 'mereka punya tanggal lahir, contohnya lahir tanggal 21 Maret. Jadi argumen bahwa mereka lupa tanggal lahirnya itu terpatahkan. Terus kenapa dalam DPT ditulis 1 Januari, 1 Juli, atau 31 Desember?'," ucap Dradjad.

"Ternyata pihak KPU tidak siap dengan jawaban terhadap pertanyaan saya di atas. Dan yang bermasalah ini bukan 1-2 orang. Tapi 17,5 juta pemilih. Itu kan bisa menjadi sumber berbagai kecurangan," tambah dia.


Karena itu, Dradjad meminta KPU tidak hanya fokus menjawab 'Hotel Borobudur' yang disebut Amien Rais. Dia ingin KPU mengatasi semua potensi kecurangan.

"Jadi pesan saya, jangan ributkan Borobudurnya. Itu simbolis saja dari Pak Amien. Tapi atasi masalah dan tutup semua potensi kecurangan. Ini berbahaya soalnya," ucap Dradjad.

Manajemen Hotel Borobudur menepis perihal jin dan genderuwo yang disinggung Amien. Menurut pihak manajemen, pernyataan Amien tak berdasar.

"Menanggapi sejumlah pemberitaan yang beredar melalui beberapa media online mengenai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais, bahwa di Hotel Borobudur Jakarta terdapat banyak jin, genderuwo, dan hacker, kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan tersebut," kata Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari, dalam keterangan tertulis.

Rizki juga menyatakan pihaknya berkomitmen terbuka mengenai setiap kegiatan di hotel tersebut. Termasuk soal rencana KPU menggelar tabulasi hasil Pemilu 2019 di sana.

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/imk)