DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 20:25 WIB

KPU: Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 Tak di Hotel Borobudur

Dwi Andayani - detikNews
KPU: Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 Tak di Hotel Borobudur Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Politikus senior PAN Amien Rais meminta penghitungan suara Pemilu 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur. KPU mengatakan, sejak 2014, penghitungan dilakukan di kantor KPU RI.

"Tempat rekapitulasi hasil pemilu nasional Pemilu 2014 itu di kantor KPU RI, 2019 nanti pun insyaallah dilakukan di kantor KPU RI. Nggak (di Hotel Borobudur) rekapitulasi di kantor KPU RI, kan bisa dicek di Google rekapnya di mana," ujar komisioner KPU Viryan Aziz saat dihubungi, Selasa (26/3/2019).



Viryan mengatakan rapat pleno penghitungan suara dilakukan secara terbuka. Jadi, menurutnya, tidak ada masalah untuk penentuan tempat.

"Prinsipnya kan mekanisme rapat plenonya dilakukan secara terbuka, jadi tempat yang direpresentatif, lebih memungkinkan nggak ada masalah," kata Viryan.



Viryan juga menyebut pihaknya telah memutuskan akan melakukan penghitungan suara di kantor KPU. Namun Viryan menegaskan keputusan ini bukan didasari adanya tuntutan atau permintaan.

"KPU sudah memutuskan di kantor KPU RI, ini sebenarnya nggak ada masalah tempat di mana pun. Tetapi KPU membahas kemarin rapat internal, di kantor KPU. Ini tidak ada kaitannya dengan pihak yang akan minta di mana, menolak di mana ini tidak ada kaitannya," tuturnya.



Sebelumnya, Amien Rais meminta penghitungan suara pemilu tidak dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta. Hal ini, menurutnya, disebabkan di sana banyak jin dan genderuwo.

"Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana," kata Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

Dia menyarankan agar penghitungan suara pemilu diselenggarakan di kantor KPU atau gedung DPR. Amien bicara soal hacker atau peretas.

"Lebih baik di KPU atau di DPR ya. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur itu," tegasnya.
(dwia/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed