Libatkan AA Gymn, Pemerintah Sosialisasikan Kenaikan BBM
Senin, 26 Sep 2005 01:02 WIB
Jakarta - Pemerintah merasa perlu melakukan sesuatu menyusul gejolak masyarakat akibat kenaikan harga BBM pada 1 Oktober mendatang. Hal itu adalah melakukan sosialisasi kenaikan harga BBM kepada masyarakat. Dengan melibatkan tokoh seperti Abdullah Gymnastiar (AA Gymn), pemerintah akan memasang iklan di sejumlah media massa."Masalah sosialisasi akan dilakukan dengan iklan. Contohnya dengan AA Gymn yang akan berbicara, saudaraku kita akan mengalami kesulitan luar biasa karena krisis ekonomi dunia. Oleh sebab itu mari kita bersabar," kata Menkominfo Sofyan Djalil usai pertemuan dengan lintas fraksi di Hotel Darmawangsa, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2005). Sofyan merupakan satu-satunya menteri yang berhasil dicegat wartawan. Padahal beberapa menteri hadir dalam pertemuan yang berakhir pukul 23.15 Wib ini. Namun para wartawan terkecoh akibat para menteri itu keluar dari pintu yang lain. Menurut Sofyan, pemerintah akan mengalami kesulitan luar biasa apabila tidak menaikkan harga BBM. Hal ini disebabkan prediksi APBN 2005 terhadap minyak dunia hanya 24 dollar per barel. Namun kini minyak dunia mencapai 70 dolar per barel. Jika tidak dinaikkan, maka Indonesia akan mengalami kesulitan luar biasa sebagai negara."Kalau tidak ada judgment, maka kita tidak akan pernah menutup defisit APBN yang jumlahnya signifikan. Jadi ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi masalah bangsa,". Sofyan menilai penolakan sejumlah elemen masyarakat dan kalangan DPR terhadap kenaikan BBM merupakan hal yang wajar. Namun, menurut Sofyan, hal itu tergantung dari posisinya. Apabila pihak yang menolak itu berada di posisi pemerintah, maka pasti akan melakukan hal yang sama, yakni menaikkan harga BBM. "Siapapun yang menolak, kalau dalam posisi pemerintah maka akan bicara yang sama," tegas Sofyan.
(atq/)











































