DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 17:16 WIB

Round-Up

Partai Kakbah Menolak Pasrah

Tim detikcom - detikNews
Partai Kakbah Menolak Pasrah PPP (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merebah di tiga survei lembaga survei independen. Sekjen PPP Arsul Sani menolak pasrah.

Dalam tiga survei yang dirilis periode awal Maret 2019, elektabilitas PPP berada di bawah 4%, yang merupakan syarat ambang batas parlemen. Lembaga survei yang menempatkan PPP di bawah 4% di antaranya Charta Politika (3,6%), Vox Populi (2,9%), dan Litbang Kompas (2,7%).


"Insyaallah-lah ya, ini kan bukan cuma soal ikhtiar. Kami harus yakin juga bahwa yang di atas, Yang Mahakuasa, itu juga masih menyayangi PPP," kata Arsul Sani saat dihubungi, Selasa (26/3/2019).

Partai berlambang Kakbah itu memang tengah diterpa masalah. Romahurmuziy, yang notabene mantan ketum mereka, dijerat KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Untuk diketahui, survei yang menempatkan PPP di bawah 4% atau masih kurang dari ambang batas lolos parlemen digelar sebelum kasus Rommy.

Arsul mengaku mereka menyadari kasus Rommy akan berefek kepada partai. Namun, seperti yang disebutkan tadi, PPP menolak pasrah.

"Yang kami sekarang harus bekerja keras untuk melewati 4% itu yang terkait dengan kasus Mas Rommy itu iya. Paling tidak kami harus jaga dulu soliditas internal, semangat juangnya teman-teman. Dan kemudian kalau sudah solid dan semangat juang di sisa waktu, baru kemudian bisa jelaskan dengan dingin, tidak reaktif kepada masyarakat tentang kasus itu dan dalam konteks kebijakan atau keputusan partai itu seperti apa," ucap Arsul.

"Bahwa itu seperti diakui Mas Rommy sendiri itu adalah merupakan perilaku pribadi dialah, bukan kebijakan partai," imbuh anggota Komisi III DPR itu.


Arsul menegaskan mereka tidak terlalu menyoroti hasil-hasil survei menjelang pemilu dan lebih memilih fokus berkonsolidasi setelah Rommy terjerat rasuah. Dia menyadari kasus Rommy pasti berefek kepada PPP tapi, di sisi lain, tetap optimistis lantaran Suharso Monoarfa, yang baru dikukuhkan sebagai Plt ketum, siap bergerak mengamankan dan memperkuat basis-basis pemilih partai berlambang Kakbah tersebut.

"Ada (efek Rommy), justru itu kan. Tapi kalau kami nggak menyadari, kami tenang-tenang saja. Kalau sekarang kami kan melakukan konsolidasi nasional intensif, hanya kan tidak kita publikasikan. Tapi konsolidasi itu pun ketika kami, misalnya, Mukernas itulah konsolidasi, habis itu kita tindak lanjuti. Ini nanti Pak Ketum, Pak Suharso Plt Ketum, akan keliling ke beberapa daerah yang merupakan daerah-daerah kunci, basis. (Itu) salah satu caranya," tegas Arsul.


Simak Juga 'Blak-Blakan Suharso Monoarfa: Mission Impossible di Partai Kakbah':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed