Gus Dur Salahkan Pers Soal Pertemuan Try-Kalla
Minggu, 25 Sep 2005 19:09 WIB
Jakarta - Gus Dur menyalahkan pers soal pemberitaan mengenai kesetujuan mantan Wakil Presiden (Wapres) Try Sutrisno terhadap kenaikan BBM dari hasil pertemuannya dengan Wapres Jusuf Kalla. Try, disebut Gus Dur, menjadi korban pemberitaan pers yang salah. Padahal, Try merupakan orang yang tidak setuju dengan sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM."Di situ Try seolah-olah setuju. Padahal tidak," kata mantan presiden ini dalam jumpa pers di Kantor Pusat PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2005).Menurut Gus Dur, yang terjadi pada pertemuan di kediaman Try pada Sabtu (24/9/2005), Try hanya mengatakan alasan-alasan mengapa sejumlah tokoh nasional meminta pemerintah menunda kenaikan BBM. "Tunda dululah, kan mau lebaran," ujar Gus Dur.Gus Dur juga mengungkapkan, ungkapan pers dari Try bahwa masyarakat tidak perlu mempolemikkan kenikan BBM merupakan manipulasi dari Jusuf Kalla. "Inikan manipulasi berita yang menjatuhkan nama demokrasi politik," ungkapnya.Gus Dur juga mengomentari keberadaan Try dalam Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu (GNBB). Menurutnya, Try tidak masuk dalam susunan kepengurusan GNBB. "Kami-kami yang bikin GNBB sewaktu di Matraman. Pak Try waktu itu datang hanya untuk menghormati saja. Jadi tidak ada urusan dengan GBNB. Itu urusan dia datang ke Matraman," jelas Gus Dur.Sekdar diketahui, Try Soetrisno, usai pertemuan dengan Kalla yang disebutnya sebagai silaturahmi dan tukar menukar informasi itu, mengaku bisa memahami kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Try juga memahami dicapainya nota kesepahaman (MoU) damai antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)."Saya bisa memahami dengan mengerti background-nya. Jangan dipolemikkan lagi. Semua sudah saya sampaikan tuntas kepada Wapres," kata Try
(atq/)











































