Harimau Terjerat di Hutan, BBKSDA Riau: Bukti Perburuan Masih Ada

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 26 Mar 2019 13:37 WIB
Foto: Harimau Sumatera terjerat kawat di Pelalawan, Riau. (Istimewa)
Pekanbaru - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyebut terjeratnya harimau Sumatera di dalam hutan menjadi bukti perburuan masih ada. Pihak BBKSDA pun mengecam perburuan hewan yang dilindungi tersebut.

"Kami mengecam perbuatan para pemburu liar ini. Ini jelas-jelas unsur kesengajaan yang membuktikan masih adanya pemburu untuk menghabisi satwa dilindungi yang tersisa," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, kepada detikcom, Selasa (26/3/2019).



Tim BBKSDA Riau memang baru menyelamatkan seekor harimau Sumatera yang terjerat kawat di kawasan hutan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Penyelamatan itu berawal saat tim patroli curiga dengan suara berisik, yang setelah dilihat, ternyata adalah seekor harimau terjerat kawat.

"Harimau sumatera terjerat kawat di kaki depan sebelah kirinya di dalam kawasan hutan. Ini diketahui karena ada tim patroli yang curiga ada suara berisik dari dalam. Saat dilihat, salah seorang dari tim tadi malah kakinya ikut terjerat. Posisinya persis di samping harimau yang lebih awal sudah terjerat," ujarnya.



Sebelumnya, seekor harimau Sumatera jantan berbobot 90 kg terjerat di kawasan hutan Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Proses penyelamatan satwa langka itu membutuhkan waktu 30 jam.

Harimau itu kini sudah dievakuasi dari lokasi terjeratnya. Kini, harimau Sumatera itu dibawa ke pusat rehabilitasi di Kabupaten Dhamasraya di Provinsi Sumatera Barat. (cha/haf)