DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 11:24 WIB

Disurvei Tak Lolos PT, Sekjen: Kami Yakin Tuhan Sayang PPP

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Disurvei Tak Lolos PT, Sekjen: Kami Yakin Tuhan Sayang PPP Foto: Arsul Sani (Ari Saputra)
Jakarta - Elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jelang Pemilu 2019 masih lemah di sejumlah lembaga survei dengan kisaran angka di bawah 4%. Sekjen PPP Arsul Sani optimistis dengan hasil akhir pemilihan umum karena yakin masih ada kasih sayang Yang Maha Kuasa.

"Insyaallah lah ya, ini kan bukan cuma soal ikhtiar. Kami harus yakin juga bahwa yang di atas, Yang Maha Kuasa, itu juga masih menyayangi PPP," kata Arsul Sani saat dihubungi, Selasa (26/3/2019).


Arsul mengatakan PPP di setiap survei jelang pemilu, mulai dari 2004, 2009 hingga 2014, selalu diprediksi tidak bisa lolos ke DPR. Meski demikian, dia mengatakan PPP selalu masuk parlemen setelah pemilu berakhir.

"Kalau sekarang PPP diprediksi tidak melewati ambang batas survei, ya memang dari dulunya seperti itu, dari sejak yang namanya hasil-hasil survei itu dikenal dalam khazanah kepemiluan kita. Memang seperti itu. Jadi kalau buat kami tidak lagi mengagetkan, karena seperti itu," sebut Arsul.

Survei yang menempatkan PPP di bawah 4% di antaranya survei Charta Politika (3,6%), Vox Populi (2,9%) dan Litbang Kompas (2,7%). Kesemua survei itu dilakukan periode Maret 2019 awal.

Untuk dikethaui, PPP baru dilanda musibah dengan tertangkap tangannya eks ketua umum mereka, Romahurmuziy atau Rommy, dalam operasi KPK. Arsul menyadari kasus Rommy pasti ada dampaknya.


"Yang kami sekarang harus bekerja keras untuk melewati 4% itu yang terkait dengan kasus Mas Rommy itu iya. Paling tidak kami harus jaga dulu soliditas internal, semangat juangnya teman-teman. Dan kemudian kalau sudah solid dan semangat juang di sisa waktu, baru kemudian bisa jelaskan dengan dingin, tidak reaktif kepada masyarakat tentang kasus itu dan dalam konteks kebijakan atau keputusan partai itu seperti apa," ucap Arsul.

"Bahwa itu seperti diakui Mas Rommy sendiri itu adalah merupakan perilaku pribadi dialah, bukan kebijakan partai," imbuh anggota Komisi III DPR itu.

Arsul menegaskan mereka tidak terlalu menyoroti hasil-hasil survei jelang pemilu dan lebih memilih fokus berkonsolidasi usai Rommy terjerat rasuah. Dia menyadari kasus Rommy pasti berefek kepada PPP namun di sisi lain tetap optimistis lantaran Suharso Monoarfa yang baru dikukuhkan sebagai Plt Ketum siap bergerak mengamankan dan memperkuat basis-basis pemilih partai berlambang Kakbah tersebut.

"Ada (efek Rommy), justru itu kan. Tapi kalau kami nggak menyadari, kami tenang-tenang saja. Kalau sekarang kami kan melakukan konsolidasi nasional intensif, hanya kan tidak kita publikasikan. Tapi konsolidasi itu pun ketika kami misalnya Mukernas itulah konsolidasi, habis itu kita tindak lanjuti. Ini nanti Pak Ketum, Pak Suharso Plt Ketum akan keliling ke beberapa daerah yang merupakan daerah-daerah kunci, basis. (Itu) salah satu caranya," tegas Arsul.
(gbr/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed