DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 10:11 WIB

Pengacara Soal Sentilan Mahfud ke Rommy: Nanti Kita Lihat Faktanya

Yulida Medistiara - detikNews
Pengacara Soal Sentilan Mahfud ke Rommy: Nanti Kita Lihat Faktanya Maqdir Ismail (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mahfud Md menyebut mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) berada pada tahap 'ritualitas' pertama yakni merasa dijebak KPK. Menanggapi pernyataan Mahfud, pengacara Rommy, Maqdir Ismail meyakini bahwa fakta yang sebenarnya akan terungkap.

"Ya silakan saja Pak Mahfud berpendapat seperti itu. Nggak ada yang salah seseorang berpendapat. Tapi buat kami, nanti kita lihat saja lah faktanya seperti apa, begitu loh ya. Siapa yang mengada-ada," kata Maqdir saat dimintai tanggapan detikcom, Senin (25/3/2019).

Selain itu, Maqdir juga menanggapi pernyataan Kiai Asep Saifudin Chalim yang menepis tudingan sepihak Rommy. Kiai Asep membantah turut merekomendasikan pejabat di Kementerian Agama (Kemenag).


Menurut penuturan Rommy, Kiai Asep memang memberikan usulan terkait sosok Haris Hasanuddin. Namun, Maqdir lagi-lagi tak mau bicara banyak.

"Ya termasuk Kiai Asep itu juga, sepanjang yang saya dengan dari Pak Rommy bahwa dia yang salah satu di antaranya yang mencoba apa, menyampaikan semacam apa ya, ya kalau bisa kita sebut sebagai usulan. Ya hampir seperti itulah bahwa orang ini (Haris) cukup baik, cukup pantas (jadi Kakanwil Kemenag Jatim). Nah itu yang saya dengar dari Pak Rommy," jelasnya.
"Tapi saya kira nanti lah. Soal Kiai Asep itu nanti aja lah," imbuhnya.

Kiai Asep memang menepis tudingan Rommy. Namun dia mengakui kenal dengan sosok Haris.

Maqdir pun enggan menafsirkan pengakuan Kiai Asep. Dia hanya menegaskan bahwa siapapun pihaknya boleh komentar soal kasus Rommy, tapi harus sesuai fakta.


"Wah saya nggak bisa menafsirkan itu. Saya kira inilah, pokoknya intinya buat saya siapapun boleh komentar, siapapun boleh bicara apa saja, silakan, asal sesuai dengan fakta. Itu saja," terang Maqdir.

Sebelumnya, Rommy memang merasa dijebak. Dia menyebut, kasus yang melilitnya sebagai risiko seorang jubir koalisi.

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan. Bahkan firasatpun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka," kata Rommy dalam surat terbukanya yang dibagikan kepada wartawan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).
"Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan, sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat," sambungnya.

Mahfud memang menyebut mantan Ketua Umum PPP itu baru pada tahap ritual pertama. Namun menurut Mahfud nantinya Rommy akan melewati ritualitas setelahnya.

"Sekarang Rommy baru sampai pada tahapan untuk menyatakan dijebak. Kemudian bilang tidak kenal, bilang direkomendasi orang, menyampaikan aspirasi baru sampai itu," ujar di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

"Tapi semua sampai saat itu kalau KPK membawa ke pengadilan itu hasilnya sama nanti sebentar lagi diajukan ke pengadilan, eksepsi yang dibuat. Eksepsi itu penolakan bahwa itu tidak benar. Setelah sidang kedua dan ketiga masuk materi nggak bisa menolak," lanjutnya.


Sementara Kiai Asep tak menampik bahwa mengenal sosok Haris. Kiai Asep mengaku pernah mengajarkan Haris mengaji.

"Pernah, kira-kira 25 tahun lalu jadi murid saya selama kurang-lebih 3 tahun. Tiap pagi mengaji di tempat saya. Saat itu saya kenal dan bisa baik ketika mengaji," ujar Kiai Asep.

Namun Kiai Asep membantah keras sebagai sosok yang disebut Rommy merekomendasikan Haris. "Jelas kalau saya merekomendasi itu salah betul," kata Kiai Asep.


Saksikan juga video 'Mahfud Md Cocokkan Data ke KPK Soal Informasi Jual-beli Jabatan':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/yld)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed