DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 22:30 WIB

Round-Up

Heboh Salam Listrik Dikira Gestur Politik

Herianto Batubara - detikNews
Heboh Salam Listrik Dikira Gestur Politik Foto: PLN UID Jakarta Raya Klarifikasi hoax
Jakarta - Heboh foto hoax yang menyebut pegawai PLN tidak netral di Pemilu 2019. Salam listrik pegawai PLN dikira gestur politik pendukung salah satu calon Pilpres 2019.

Pihak PLN sudah angkat bicara terkait informasi bohong tersebut. PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya dengan tegas PLN netral dan tidak ada gestur terkait politik.

Kasus ini bermula dari postingan akun fanpage Facebook KataKita. Dia mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah karyawan PLN 'salam dua jari'.

"PLN merupakan BUMN, perusahaan milik negara dan mencari pendapatan bagi negara. Pegawainya mau mendukung siapapun boleh saja tapi harusnya tidak dilakukan sewaktu bekerja. Apalagi dia sedang menjalankan pekerjaan dari program pemerintah sekarang dan malah mendukung capres petahana. Benar-benar tak punya malu dan etika. Silakan PLN telusuri siapa dia. Beginikah cara sosialisasi PLN (Kanan: Seorang Manager PLN Kramat Jati Jakarta berinisial H telp 081287171***). Silakan diklarifikasi kebenarannya," demikian caption yang menyertai unggahan foto di fanpage KataKita tersebut, dilihat detikcom, Senin (25/3/2019).



Pihak menepis pegawainya pose dua jari terkait politik. PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menegaskan, pose dua jari itu merupakan akronim dari listrik, tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2019.

"Terkait dengan beredarnya informasi atas tuduhan ketidaknetralan PLN saat Pemilu 2019 melalui post Facebook dari akun KataKita yang dipost pada hari Minggu, 24 Maret 2019, kami sampaikan bahwa foto yang diunggah akun tersebut merupakan foto yang diambil pada Hari Pelanggan 4 September 2018. Pada hari tersebut, tim kami mengunjungi pelanggan-pelanggan untuk memberikan apresiasi atas kepercayaan kepada PLN dan kemudian berfoto sebagai dokumentasi kegiatan," demikian pernyataan dari PLN UID Jakarta Raya.

"Adapun pose jari telunjuk dan ibu jari yang membentuk huruf 'L' tersebut merupakan akronim dari Listrik yang merupakan semangat kami dalam melistriki masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Namun untuk menunjukkan komitmen kenetralan kami dalam masa Pemilu 2019, simbol yang menunjukkan semangat kami tersebut kami hentikan sementara waktu sejak diumumkannya nomor urut Pasangan Capres Cawapres pada 21 September 2018," lanjutnya.

PLN UID Jakarta Raya Klarifikasi hoaxPLN UID Jakarta Raya Klarifikasi hoax Foto: PLN UID Jakarta Raya Klarifikasi hoax


PLN juga menyampaikan akan menindak tegas pihak-pihak yang menyalahgunakan foto pegawainya untuk membuat berita palsu. PLN berharap pesta demokrasi 5 tahunan ini bisa berjalan jujur dan damai.

"Perlu kami sampaikan bahwa kami akan menindak tegas pihak-pihak yang menyalahgunakan foto kami untuk membuat berita palsu dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Mari meramaikan pesta demokrasi dengan semangat kejujuran dan perdamaian. Terima kasih," tutup PLN UID Jakarta Raya.



Sales and Marketing Manager PLN Distribusi Jakarta Raya Hendriana Mayang Sari juga telah meluruskan foto hoax tersebut. Dia menegaskan salam dua jari itu tidak terkait pilpres, melainkan menunjukkan salam L yang bermakna listrik.

"Pagi ini notif di hp saya jauh lebih ramai dr biasanya, ternyata ada sebuah akun dengan followers 1,2 juta yg memposting foto saya yg diambil September 2018 dalam rangka hari pelanggan nasional, sama sekali bukan untuk kepentingan politik. Saya tidak marah, dan tidak ingin menyebarkan kebencian. Karena orang yg percaya pada isu itu pastilah bukan orang yg kenal saya, dan saya gak peduli apa pandangannya terhadap saya. Sedangkan yg kenal saya pastilah tau itu tidak benar, apalagi orang PLN pasti sangat paham di 2018 kami memiliki salam L, L = Listrik.
Semoga Allah lembutkan hatinya dan kembalikan hati nurani nya, Amiin...," tulis Mayang dalam akun Facebooknya.

Fanpage Facebook KataKita yang sempat mengunggah foto pegawai PLN itu kini sudah menghapus postingan hoax tersebut. Postingan tersebut dicabut setelah mendapat klarifikasi dari pihak PLN.

"Postingan kami (24 Maret) terkait sosialisasi hari pelanggan yang dilakukan oleh PLN kami cabut setelah mendapat klarifikasi dari PLN Distribusi Jakarta Raya. Semoga kerja-kerja PLN menerangi seluruh negeri tetap berjalan lancar dan program elektrifikasi nasional dapat tercapai," demikian diunggah di fanpage KataKita.
(idn/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed