Polisi Bubarkan Demo Buruh Tolak Harga BBM Naik

Polisi Bubarkan Demo Buruh Tolak Harga BBM Naik

- detikNews
Minggu, 25 Sep 2005 14:39 WIB
Jakarta - Sikap tegas kepolisian menghadapi demo penolakan atas kenaikan harga BBM mulai dilakukan. Karena dinilai sudah menghina kepala negara, demo yang dilakukan ratusan buruh di Istana Merdeka dibubarkan polisi.Demo ini digelar Gabungan Serikat Buruh Independen di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (25/9/2005) sejak pukul 12.30 WIB.Pembubaran ini berawal saat perwakilan dari Front Mahasiswa Nasional, RidwanLukman, berorasi. Dalam orasinya itu, Ridwan yang mengenakan kaos putih menyebut Presiden SBY sebagai boneka Amerika Serikat. "SBY-Kalla boneka imperialis," kata Ridwan. Tak disangka, ucapan Ridwan ini membuat Kapolsek Gambir, Kompol Prasetyo Utomo berang. Ia pun mendatangi mobil pick up, tempat Ridwan berorasi. "Kalau demo-demo saja, tidak usah menghina. Saya bisa tangkap kamu," kata Prasetyo sambil menunjuk Ridwan.Melihat gelagat tersebut, orasi langsung diganti rekan Ridwan. Ratusan buruh yang semula santai-santai langsung berdiri merapat ke mobil. Ridwan pun bersembunyi ke dalam mobil.Puluhan aparat kepolisian pun juga bereaksi. Mereka langsung mendekati mobil. Tidak lama berselang, Prasetyo meminta korlap aksi, Harissuddin, membubarkan demo.Tidak hanya itu, kartu identitas Haris dan Ridwan pun diminta. "Kalau tidak ada KTP, dia (Ridwan) akan saya bawa," tegas Prasetyo. Haris kemudian menghampiri Ridwan untuk meminta KTP. Ridwan lalu hanya menyerahkan surat kehilangan identitas keluaran tahun 2004. Prasetyo kemudian hendak membawa Ridwan. Namun, setelah Haris bernegosiasi, Ridwan akhirnya batal dibawa polisi. Massa pun kemudian membubarkan diri pada pukul 13.45 WIB. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads