DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 20:26 WIB

Menaker Ajak Pilih Calon yang Perjuangkan Aspirasi Milenial

Tia Reisha - detikNews
Menaker Ajak Pilih Calon yang Perjuangkan Aspirasi Milenial Foto: Kemnaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengajak generasi milenial dan pemilih muda untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019. Dengan menggunakan hak pilih, generasi milenial dapat memilih presiden, legislator, dan menyampaikan aspirasi sesuai dengan kepentingan milenial.

"Bela kepentinganmu dengan memilih legislator yang kalian percaya dapat membawa aspirasi milenial. Gunakan hak pilihmu. Jangan golput," kata Hanif dalam keterangan tertulis, Senin (25/3/2019).


Dalam diskusi Millenial Voters untuk Pemilu 2019, di MUG Kafe, Depok, hari ini, Hanif juga mengajak generasi milenial untuk tidak alergi dengan politik. Sebab, seluruh produk hukum ketatanegaraan dan budaya tercipta dari proses politik.

"Politik sangat menentukan hitam putihnya pemerintahan dan kemasyarakatan. Politik itu mulia. Jika ada yang kotor, itu politisinya, bukan politiknya," tegas Hanif.

Ia juga menyinggung soal pentingnya kebijakan yang kuat tentang penyelamatan bonus demografi yang puncaknya akan dialami Indonesia pada 2030. Pada kurun waktu tersebut, jumlah penduduk Indonesia didominasi usia produktif.



Bonus demografi, lanjut Hanif, akan menghantarkan Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ketujuh dunia jika penduduk usia produktifnya memiliki skill pekerjaan. Jika tidak, bonus demografi justru menjadi bencana.

"Generasi milenial harus memastikan presiden dan wakil rakyat terpilih paham betul tentang strategi peningkatan kompetensi warga usia produktif. Jadi, jangan sampai tidak memilih dan salah pilih," tambah Hanif.

Selain Hanif, diskusi tersebut juga menghadirkan 3 narasumber lain, yakni Reni Suwarso dari Institut for Strategy, Security and Strategic Studies, Ednert Gani Suryahudaya dari Institute of Public Policy Unika Atmajaya, dan Ketua KPU Depok Nana Sobarna.

Reni Suwarno pun mengimbau generasi milenial dan pemilih muda untuk menggunakan pertimbangan yang cerdas dalam menentukan presiden dan legislator yang akan dipilih. "Kelebihan dan kekurangan calon harus diketahui dan dikonfirmasi," tuturnya.

Sementara Edbert Gani juga mengimbau generasi milenial untuk tidak cuek dengan urusan politik. "Karena kebijakan dalam jangka panjang akan ditentukan oleh hasil pemilu kali ini. Dan generasi milenial sangat menentukan siapa pun yang akan terpilih dalam pemilu nanti," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Depok Nana Sobarna juga menyatakan jumlah pemilih di Depok mencapai lebih dari 1,3 juta pemilih. Dari jumlah tersebut, 600 ribu di antaranya adalah generasi milenial. "Betapa pemilih milenial memiliki peran strategis dan ikut menentukan," tegas Nana.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed