DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 19:41 WIB

Round-Up

Manuver Romahurmuziy Dibaca Mahfud Md

Tim detikcom - detikNews
Manuver Romahurmuziy Dibaca Mahfud Md Tersangka jual-beli jabatan di Kemenag Romahurmuziy alias Rommy (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sehari ditahan KPK, Romahurmuziy merasa dijebak. Mantan Ketua Umum PPP menepis sangkaan KPK tentang adanya suap terkait dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Namun manuver Rommy--panggilan karib Romahurmuziy--itu disebut sebagai 'ritualitas tahap pertama' bagi orang yang pertama kali dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Setidaknya penilaian itu yang dirasa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md.




Mahfud bahkan membikin kategori 'ritualitas' menjadi tiga. Apa saja?

"Itu begini, ritualitas orang ditangkap itu ada tiga, pertama bilang bahwa saya ini dijebak. Padahal nggak mungkin, orang nggak mungkin dijebak dengan OTT kan, karena OTT itu pasti dibuntuti sudah lama dan dia sendiri yang ngatur pertemuannya," ucap Mahfud di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Menurut logika 'ritualitas' ala Mahfud itu, Rommy masih berada di tahap pertama. Lalu apa 'ritualitas' tahap kedua dan ketiga?

"Kedua dibilang saya ini korban politik. Selalu begitu dan juga tidak ada jawaban lain orang yang (kena) OTT itu. Selama ini begitu. Nanti sesudah diperiksa, ditunjukkan bukti-bukti awalnya ini, kamu tanggal sekian kamu bicara begini janjinya ini, tanggal sekian ganti HP (handphone/telepon seluler) nomor ini dan seterusnya. Baru dia, oh iya," kata Mahfud.

"Lalu ritual berikutnya, kalau sidang nanti yang pertama itu eksepsi, saya menolak itu semua, mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum. Kan selalu begitu urutannya. Eksepsi ini itu, penolakan bahwa itu tidak benar. Setelah sidang kedua dan ketiga masuk materi, nggak bisa menolak," imbuh Mahfud.

Rommy dijerat KPK dalam OTT pada Jumat, 15 Maret 2019. Dia diduga menerima suap dari Haris Hasanuddin dan M Muafaq Wirahadi. Haris merupakan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, sedangkan Muafaq adalah Kepala Kantor Kemenag Gresik.




Ketiganya yaitu Rommy, Haris, dan Muafaq ditetapkan KPK sebagai tersangka. Namun KPK menilai ada aktor intelektual lain di Kemenag yang memegang peranan dalam pusaran transaksi haram itu.

Pada Sabtu, 16 Maret, Rommy membagikan selembar surat terbuka pada wartawan di KPK. Di dalam surat itu, Rommy menepis semua tuduhan padanya.

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan. Bahkan firasatpun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka," kata Rommy dalam surat terbukanya itu.
(dhn/ziz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed