DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 18:15 WIB

Pesta Sabu Bareng Ridho Rhoma, Sofyan Direhab 1 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Pesta Sabu Bareng Ridho Rhoma, Sofyan Direhab 1 Tahun Ridho Rhoma saat selesai menjalani rehabilitasi, kini harus masuk bui. (Ismail/detikFoto)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Ridho Rhoma menjadi 1,5 tahun penjara. Ia terbukti pesta narkoba dengan temannya, M Sofyan alias Ian bin Jamal Abdulah. Berapa hukuman yang dijatuhkan ke Ian?

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakbar yang dikutip detikcom, Senin (25/3/2019), Ian dinyatakan 'tanpa hak atau melawan hukum secara bersama-sama menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri dan memiliki psikotropika'.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun. Memerintahkan terdakwa menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial pada Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur Jakarta," ujar majelis yang diketuai Steery Marleine Rantung.


Pada 18 Desember 2017, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menguatkan vonis tersebut. Duduk sebagai ketua majelis Ester Siregar dengan anggota Hanizah Ibrahim Mallom B dan Syamsul Bahri Borut.

Sebagaimana diketahui, Polres Jakarta Barat menangkap terlebih dahulu Ridho Rhoma di sebuah hotel di Daan Mogot pada 25 Maret 2017 dini hari. Setelah itu, polisi menelusuri asal mula sabu dan digerebeklah apartemen Ian pada pukul 08.00 WIB.

Hukuman Ridho diperberat oleh MA dari 10 bulan penjara menjadi 1,5 tahun penjara.

"Pidananya menjadi 1 tahun 6 bulan penjara. Jadi, walau terdakwa telah menjalani rehabilitasi, namun dia harus masuk penjara lagi untuk menjalani sisa pidananya sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) pada tingkat kasasi tersebut," kata jubir MA, hakim agung Andi Samsan Nganro.


Duduk sebagai ketua majelis, hakim agung Andi Samsan Nganro, dengan anggota majelis, hakim agung Margono dan Eddy Army.

Pengacara Ridho Rhoma, Kholidin Achmad, memastikan akan mengajukan upaya hukum luar biasa, yaitu peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). PK akan diajukan setelah tim pengacara menerima salinan putusan kasasi.

"Kemudian kami hanya menunggu putusan itu sampai, kalau ditanyakan apakah ada upaya hukum, pasti ada upaya hukum luar biasa, yang pasti akan kami ajukan, yaitu PK," kata Kholidin.



Saksikan juga video 'Hukuman Diperberat, Ridho Rhoma Harus Kembali ke Penjara':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed