Puasa, Hizbut Tahrir Minta Diskotik Tutup Sebulan Penuh
Minggu, 25 Sep 2005 11:14 WIB
Jakarta -
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak setuju tempat hiburan yang identik dengan kegiatan maksiat tutup hanya tiga hari di awal dan di akhir bulan Ramadan. HTI meminta penutupan dilakukan sebulan penuh dan diteruskan pada bulan-bulan biasa."Kegiatan-kegiatan maksiat harus ditutup. Bukan hanya di awal Ramadan, tapi juga sepanjang Ramadan dan seterusnya," kata Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto.Hal itu disampaikan Ismail di sela-sela aksi menolak kenaikan harga BBM di depan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (25/9/2005). Pernyataan itu menanggapi anjuran Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani mengenai penutupan diskotik pada tiga hari di awal dan di akhir Ramadan. Meski meminta agar tempat hiburan ditutup sebulan penuh, HTI tidak akan melakukan aksi untuk mendesak agar tuntutan itu dipenuhi. "Kami hanya menyerukan. Semuanya kami serahkan kepada pemerintah dan birokrat saja," kata Ismail. Mengenai permasalahan tenaga kerja akibat penutupan itu, menurut Ismail bisa dialihkan ke berbagai sektor lain. Tenaga kerja di pub, diskotik, kompleks pelacuran yang ditutup bisa disalurkan ke pabrik-pabrik, pusat perbelanjaan ataupun diberi kursus ketrampilan singkat."Pemerintah harus kreatif untuk investasi tenaga kerja ke tempat lain," katanya.HTI juga menganjurkan agar puasa tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan saja mengingat Indonesia sering dilanda musibah.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































