DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 16:54 WIB

Jejak Ridho Rhoma: Pakai Sabu, Direhab, Dikirim ke Bui Lagi

Andi Saputra - detikNews
Jejak Ridho Rhoma: Pakai Sabu, Direhab, Dikirim ke Bui Lagi Ridho Rhoma saat selesai menjalani rehabilitasi, kini harus masuk bui (Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta - Nasib Ridho Rhoma harus kembali ke bui. Bila saat ini ia bisa menghirup udara bebas, kini ia harus buru-buru masuk ke bui lagi. Berikut perjalanan kasusnya.

25 Maret 2017
03.00 WIB
Anggota Polres Jakbar mengendus ada penyalahgunaan sabu di sebuah hotel di Daan Mogot.

04.00 WIB
Anggota Polres Jakbar memepet Ridho di lobi hotel. Ridho mengaku memiliki sabu di mobilnya. Setelah digeledah, ditemukan sabu di tas jok sebelah kiri.

Ridho mengaku membelinya kepada Sofyan di sebuah apartemen di Thamrin.

08.00 WIB
Apartemen Sofyan digeledah dan ditemukan Sofyan serta bukti sabu.


28 Maret 2017
Ridho mulai menghuni tahanan.

29 Agustus 2017
Jaksa menuntut Ridho selama 2 tahun penjara.

19 September 2017
PN Jakbar menjatuhkan hukuman:
1. Penjara 10 bulan.
2. Pengobatan dan atau perawatan melalui rehabilitasi medis di RSKO Cibubur selama 6 bulan 10 hari.

Duduk sebagai ketua majelis Edison Muhammad dengan anggota M Taufik Tatas dan Agus Setiawan.

15 November 2017
Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menguatkan putusan PN Jakbar. Duduk sebagai ketua majelis Elang Prakoso Wibowo dengan anggota M Yusuf.

25 Januari 2018
Ridho Rhoma selesai menjalani rehabilitasi di RSKO.

13 Maret 2019
MA mengabulkan kasasi jaksa dan memperberat hukuman ke Ridho Rhoma.

25 Maret 2019
MA melansir putusan Ridho Rhoma.

"Pidananya menjadi 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan penjara. Jadi, walau Terdakwa telah menjalani rehabilitasi namun dia harus masuk pejara lagi untuk menjalani sisa pidananya sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) pada tingkat kasasi tersebut," kata jubir MA, hakim agung Andi Samsan Nganro.


Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Andi Samsan Nganro dengan anggota majelis yaitu hakim agung Margono dan Eddy Army.

Pengacara Ridho Rhoma, Kholidin Achmad, memastikan akan mengajukan upaya hukum luar biasa yaitu Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). PK akan diajukan setelah tim pengacara menerima salinan putusan kasasi.

"Kemudian kami hanya menunggu putusan itu sampai, kalau ditanyakan apakah ada upaya hukum, pasti ada upaya hukum luar biasa, yang pasti akan kami ajukan yaitu PK," kata Kholidin.


Saksikan juga video 'Hukuman Diperberat, Ridho Rhoma Harus Kembali ke Penjara':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed