DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 13:47 WIB

Sering Makan Korban, Ini Lapuknya 'Jembatan Piano' di Serang

Muhammad Idris - detikNews
Sering Makan Korban, Ini Lapuknya Jembatan Piano di Serang Foto: Pemkab Serang
Serang - Warga sudah tidak bisa menghitung berapa motor yang terjun bebas ke Sungai Cidurian saat melintasi jembatan di Kampung Bojonglo, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Sebab, jembatan tersebut hanya terbuat dari rangkaian batang kayu dengan penguat besi, sehingga rawan terperosok.

Jembatan tersebut dibangun swadaya oleh warga sejak pada 2001. Panjang jembatan sekira 70 meter dengan lebar 2,60 meter. Warga pun seringkali mengganti beberapa batang kayu karena sudah banyak yang keropos. Jembatan itu melintas di atas Sungai Cidurian, dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

"Sudah bertahun-tahun warga menikmati jembatan dari kayu tersebut jika ingin ke wilayah Kabupaten Serang lainnya. Kebetulan kami ini berbatasan dengan Kabupaten Tangerang," kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirojul Qur'an KH Arnasa di Kampung Bojonglo dalam keterangannya, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, ada sejumlah warga yang menamakan dengan sebutan 'jembatan piano'. Ini karena jembatan terbuat dari rangkaian batang kayu, sehingga kendaraan melintas maka akan berbunyi seperti piano. Terutama malam hari, suara seperti piano berbunyi nyaring saat kendaraan melintasi jembatan.

"Ada juga warga yang menyebut jembatan toke. Kepanjangan dari jembatan berbahaya, tetapi masih dipakai. Lebih berbahaya jika hujan, jembatan semakin licin dan mengancam nyawa," ujar Arnasa

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sendiri pernah merasakan jembatan tersebut saat berkunjung ke Kampung Bojonglo. Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Qur'an, Ustad Ghulamudin yakin, Pemkab Serang tidak diam terkait kondisi jembatan tersebut.

"Kami dengar, Pemkab Serang sudah meminta pemerintah provinsi Banten untuk segera memperbaiki," ujarnya.

Kasi Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Yadi Priyadi mengungkapkan, Pemkab Serang sudah membuat proposal permohonan perbaikan 'jembatan piano' kepada Pemprov Banten. Bahkan, proposal tersebut sudah disertai dengan kajian pembangunan berupa detail engineering design (DED).

Pembangunan jembatan tersebut, kata dia, merupakan kewenangan Pemprov Banten.

"Pada 2017 kamu mengajukan permohonan pembangunan jembatan itu. Kemudian tahun 2018, kami pun mengusulkan kembali. Kami belum mendapat kabar, kapan akan diperbaiki," ujar Yadi.
(idr/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed