Satgas Tinombala Sita Bom Lontong, Gergaji hingga Perbekalan Ali Kalora Cs

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 25 Mar 2019 13:30 WIB
Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Satgas Tinombala menyita satu ransel dan dua karung berisi perbekalan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Ransel dan karung tersebut disita dari tiga anggota Ali Kalora yang berhasil ditembak mati oleh aparat beberapa hari lalu.

"Barang bukti yang diperoleh dari tas ransel DPO yang meninggal dunia yaitu sarung, sendal, rompi, sweater, bom lontong, senter kepala, bahan bom, sendok 2 buah, sarung tangan, handuk, sikat gigi, obat luka, alat kikir, buah-buahan sebagai bekal makan mereka, ada nangka, pisang rebus di kresek, ban dalam motor," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).


Satgas Tinombala Sita Bom Lontong, Gergaji hingga Perbekalan Ali Kalora CsFoto: Istimewa


Isi dua karung milik DPO yang diamankan petugas pun hampir sama dengan isi ransel, yaitu barang-barang yang digunakan untuk bertahan hidup di hutan. Namun di dalam karung, petugas menemukan gergaji, amunisi senjata api jenis SS 1 V2, amunisi selongsong tidak aktif 4 buah, potongan besi, parang dan kompas.

"Amunisi yang aktif 55 butir. Lalu ada yang tidak aktif. Ada juga senjata tajam jenis parang," ujar Dedi.


Satgas Tinombala Sita Bom Lontong, Gergaji hingga Perbekalan Ali Kalora CsFoto: Istimewa


Untuk diketahui, kontak senjata antara Satgas Tinombala dan enam anggota kelompok Ali Kalora terjadi di Pegunungan Salumarate, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Parigi Moutong (Parimo) pada Kamis (21/3).


Tiga dari enam DPO berhasil dilumpuhkan dalam kontak tembak. Identitas ketiga DPO adalah Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdurrahman (22), Al Haji Kaliki alias Ibrohim dan Alqindi alias Muaz (sebelumnya ditulis Jaka Ramadhan).

Sebelumnya diberitakan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora terpisah di pegunungan. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, di mana kelompok pertama dipimpin Ali Kalora dan kelompok kedua, yang terlibat baku tembak, dipimpin seorang DPO bernama Qatar.

(aud/knv)