Dijelaskan Kalla, Try Pahami Rencana Kenaikan Harga BBM
Sabtu, 24 Sep 2005 20:20 WIB
Jakarta - Setelah melakukan pertemuan lebih dari satu jam dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, mantan Wapres Try Sutrisno mengaku bisa memahami kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).Try Soetrisno, usai pertemuan yang disebutnya sebagai silaturahmi dan tukar menukar informasi itu, juga mengaku bisa memahami dicapainya nota kesepahaman (MoU) damai antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)."Saya bisa memahami dengan mengerti background-nya. Jangan dipolemikkan lagi. Semua sudah saya sampaikan tuntas kepada Wapres," kata Try usai menerima Jusuf Kalla di kediamannya di Jalan Purwokerto Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2005).Dalam pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.30 sampai 18.00 WIB itu, menurut Try, dilakukan tukar menukar informasi mengenai berbagai masalah dan kebijakan pemerintah yang sudah diambil maupun akan diputuskan.Try mengaku telah menyampaikan secara lengkap mengenai latar belakang pemikirannya dan tuntutan masyarakat. "Semua saya sampaikan tuntas. Intinya saling tukar input mengenai masalah kebijakan yang sudah diputuskan maupun yang akan diputuskan."Dalam pertemuan itu Kalla memberikan penjelasan mengenai kebijakan penandatanganan MoU RI-GAM, UUD 1945, dan rencana kenaikan BBM. "Kami diberikan penjelasan lengkap mengenai latar belakang kebijakan pemerintah. Kita berpartisipasi dalam perjalanan pembangunan bangsa," kata Try.Menurut Try, pertemuan ini sangat positif. Karena di tengah perjalanan bangsa yang sedang mengalami krisis, satu-satunya upaya untuk kembali membangkitkan bangsa ini adalah silaturahmi dan saling tukar informasi. "Kita harus rapatkan barisan. Bersatu antara semua elemen yaitu DPR, pemerintah, dan rakyat. Jangan terkotak-kotak. Ini zaman IT, informasi selalu up to date. Ini bisa mengurangi hal-hal yang mubazir," kata Try yang didampingi Kalla di teras rumah.Try juga menyatakan sangat menghargai dan berterima kasih atas penjelasan dan bahan-bahan lengkap yang disampaikan Kalla. Sebaliknya Try menyampaikan kumpulan laporan bahan-bahan yang bermanfaat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.Di akhir pembicarannya Try menyatakan kritik terhadap kebijakan pemerintah itu boleh. Namun jangan membuat gerakan-gerakan yang mengganggu perjalanan bangsa ke depan.
(gtp/)











































