DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 11:30 WIB

BNN: Ada 74 Narkoba Jenis Baru di Indonesia

Ibnu Hariyanto - detikNews
BNN: Ada 74 Narkoba Jenis Baru di Indonesia Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar/mahasiswa. Selama 2018, tercatat ada 2 juta lebih pelajar/mahasiswa yang mengonsumsi narkotika.

"Berdasarkan hasil penelitian BNN bekerja sama dengan LIPI diketahui bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 3,21% atau setara dengan 2.297.492 pelajar/mahasiswa pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018," jelas Kepala BNN Heru Winarko di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Sementara penyalahgunaan narkotika di golongan pekerja sebesar 2,1 persen atau sekitar 1.514.037 orang pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018. Sedangkan penyalahgunaan narkotika jenis baru (new psychoactive substances /nps) setiap tahun terus bertambah.

Heru menambahkan, saat ini terdapat 803 narkotika jenis baru (nps) di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri terdapat 74 nps, yang beberapa di antaranya telah masuk dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 20 Tahun 2018 tanggal 3 Juli 2018.

"Dari ke-74 nps tersebut, yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 20 tahun 2018 tanggal 3 Juli 2018 sebanyak 66 jenis dan yang belum diatur dalam peraturan menteri kesehatan sebanyak 8 jenis," sambungnya.



Untuk menanggulangi masalah narkoba ini, lanjut Heru, harus ada pengurangan pada permintaan (demand reduction) dan pasokan (supply reduction).

"Upaya tersebut tentunya harus didukung dengan inovasi-inovasi dalam pelayanan publik, P4GN (Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) dan melakukan collaborative government dengan dukungan teknologi informasi," imbuhnya.

BNN dan Polri sendiri telah mengungkap 40.553 kasus yang melibatkan 53.251 tersangka selama 2018. Barang bukti yang disita pada tahun 2018, antara lain ganja sebanyak 41,3 ton, shabu sebanyak 8,2 ton, dan ekstasi sebanyak 1,55 juta butir.

"Berdasarkan temuan tersebut, ganja masih tetap menjadi salah satu jenis narkoba yang harus diperhatikan secara khusus karena pada tahun lalu BNN berhasil mengungkap 47 hektar lahan ganja di Indonesia," tandasnya.


(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed