DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 10:25 WIB

Aparat Musnahkan Ganja dengan Cara Dibakar, Apa Tidak Bikin Mabuk?

Danu Damarjati - detikNews
Aparat Musnahkan Ganja dengan Cara Dibakar, Apa Tidak Bikin Mabuk? Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di Balai Kota Aceh (Agus/detikcom)
Jakarta - Pemusnahan ganja sering dilakukan dengan cara dibakar. Narkoba jenis lainnya juga dimusnahkan dengan cara dibakar. Kenapa cara ini yang dipilih? Apa asap pembakaran tidak bikin mabuk?

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Polisi Dedi Prasetyo, menerangkan berdasarkan pengalamannya. Pemusnahan dengan cara dibakar tak pernah membuat orang-orang di sekitarnya menjadi teler. Soalnya, ada cara khusus yang diterapkan untuk membakar ladang ganja, yakni dengan dicampur Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami belum pernah mabuk selama melakukan proses pembakaran karena pohon ganja disiram solar saat pembakaran supaya akarnya ikut terbakar. Jika hanya dipotong maka pohon akan tumbuh lagi cabang-cabangnya, sementara jika dicabut akan membutuhkan banyak sumber daya (manusia/tenaga)," kata Dedi kepada detikcom, Senin (25/3/2019).



Analis Kebijakan Direktorat 4 (Tindak Pidana Narkoba) Badan Reserse Kriminal Polri, Kombes Sulistyo Pudjo, menjelaskan pemusnahan barang bukti ganja memang biasa dilakukan dengan cara dibakar. Namun, pembakaran dilakukan di insinerator (tungku perapian) yang mampu menghasilkan suhu tinggi dan tekanan udara tertentu, sehingga narkoba akan hancur dalam alat pembakaran itu.

Aparat Musnahkan Ganja dengan Cara Dibakar, Apa Tidak Bikin Mabuk?Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.

Sulistyo Pudjo yang merupakan mantan Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menjelaskan tidak semua wilayah punya insenerator. Biasanya, BNN Provinsi dan BNN Kabupaten yang tak punya insinerator harus membakar ganja dengan cara langsung, tujuannya untuk memusnahkan.

"Memang memabukkan, karena asap ganja sama saja. Satu-satunya yang paling aman adalah pembakaran di insenerator," kata Sulistyo Pudjo kepada detikcom, dihubungi terpisah.




Insenerator milik Kementerian Pertanian yang ada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta adalah yang paling aman karena cerobong asapnya yang tinggi, biasanya digunakan untuk memusnahkan barang bukti narkoba seberat di atas 10 kg. Dia menjelaskan, asap yang keluar dari cerobong asap yang tinggi akan termurnikan sendiri oleh udara tanpa harus masuk ke pernapasan penduduk yang bermukim di bawah. Ada pula ininerator 'mobile' yang lebih kecil, berada di kantor BNN, Jakarta Timur.

Aparat Musnahkan Ganja dengan Cara Dibakar, Apa Tidak Bikin Mabuk?Pemusnahan ganja di Gayo Lues (Hasan Al Habsy/detikcom)

Lalu bagaimana solusi untuk penegak hukum di daerah-daerah yang menggelar pemusnahan ganja? Kabar pemusnahan barang bukti ganja dan ladang ganja sering muncul dari pelbagai daerah. Akan butuh waktu dan biaya bila barang bukti harus dibawa ke insinerator pusat untuk dimusnahkan. Maka cara terbaik tetap harus dibakar di masing-masing daerah.

"Kalau ditanam maka berpotensi diambil lagi," kata dia.



Aparat Musnahkan Ganja dengan Cara Dibakar, Apa Tidak Bikin Mabuk?Foto: Polisi dan TNI musnahkan ladang ganja (Datuk-detik)

Untuk kasus pemusnahan ladang ganja, pembakaran dinilainya aman karena ladang ganja pada umumnya jauh dari permukiman penduduk. Untuk pemusnahan dengan cara pembakaran yang dilakukan di dekat permukiman penduduk, maka aparat akan memerintahkan masyarkaat menjauh dari titik pembakaran. Itu adalah upaya meminimalisir pengaruh asap pembakaran bagi penduduk sekitar.



Dia ingat pernah ada peristiwa warga Palmerah Jakarta Barat pusing karena Polsek setempat membakar barang bukti ganja. "Masyarakat dalam tanda kutip secara pasif ikut menghisap asap ganja itu," kata dia. Maka pembakaran di insinerator dinilainya adalah metode yang paling aman untuk memusnahkan ganja.



(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed