DetikNews
Minggu 24 Maret 2019, 09:45 WIB

Khofifah Siap Diklarifikasi soal Pernyataan Rommy, KPK: Bagus agar Clear

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Khofifah Siap Diklarifikasi soal Pernyataan Rommy, KPK: Bagus agar Clear Gubernur Baru Kunjungi Rutan KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menepis pernyataan eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) mengenai aspirasi soal kompetensi Haris Hasanuddin yang ikut seleksi Kakanwil Kemenag. Khofifah pun mengaku siap dimintai klarifikasi mengenai hal tersebut. Apa kata KPK?

"Bagus, agar menjadi cepat clear seperti apa fakta yang sesungguhnya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dihubungi, Sabtu (23/3/2019).


Sementara itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut belum ada jadwal pemanggilan terhadap nama-nama yang disebut Romi. Menurut Febri, sikap seperti yang ditunjukkan Romi juga dilakukan banyak tersangka sebelumnya.

"Belum ada panggilan untuk nama yang disebut RMY (Romahurmuziy. Lagi pula, dalam banyak kasus, tersangka sering menyebut nama orang-orang. Yang akan dipanggil adalah yang terkait atau yang keterangannya dibutuhkan," kata Febri.


Rommy sebelumnya mengatakan tidak pernah mengintervensi proses seleksi pejabat pimpinan tinggi di Kemenag. Rommy menegaskan tak punya kewenangan mencampuri seleksi pejabat di Kemenag.

"Tetapi proses seleksi mengikuti koridor, misalnya yang dilakukan Saudara Haris Kakanwil, apa yang saya terima referensi dari orang-orang tokoh masyarakat dan tokoh agama yang sangat qualified dan tentu itu menjadi saya dukungan moral, 'oh ini direkomendasikan orang berkualitas', jadi kemudian saya sampaikan kepada pihak kompeten tidak menghilangkan proses seleksinya, proses seleksi saya tidak intervensi, proses seleksi dilakukan panitia yang sangat profesional," kata Rommy kepada wartawan saat jeda pemeriksaan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Aspirasi soal kompetensi Haris Hasanuddin yang mengikuti seleksi untuk Kakanwil Kemenag Jatim, disebut Rommy, diterima dari Kiai Asep Saifuddin Halim dan Khofifah.

"Tapi bahwa meneruskan aspirasi, apa yang saya teruskan bukan main-main. Contoh Haris, memang dari awal menerima aspirasi dari ulama seorang Kiai Asep Saifudin Halim adalah pimpinan pondok pesantren dan kemudian Bu Khofifah, beliau gubernur terpilih, jelas mengatakan, 'Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus.' Sebagai gubernur terpilih, beliau mengatakan kalau Mas Haris sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov akan lebih baik," paparnya.

Khofifah langsung membantah pernyataan itu dan mengaku siap dipanggil KPK guna mengklarifikasi kabar yang beredar. Khofifah menegaskan dirinya juga berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang bersih. Untuk itu, dia siap memberikan klarifikasi agar hal ini tak lagi terjadi.

"Komitmen kita untuk membangun pemerintahan yang bersih, komitmen kita menjaga, bahwa dipastikan tidak boleh ada jual-beli jabatan, saya rasa semua akan support itu, saya siap menyampaikan klarifikasi," tegasnya.
(abw/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed