Tukang Gorengan, Ojek, Sopir Pun Keluhkan Harga BBM Naik
Sabtu, 24 Sep 2005 11:34 WIB
Jakarta -
Masih ada yang tidak percaya kalau kenaikan harga BBM 1 Oktober nanti bakal membuat hidup rakyat kian terjepit? Simak saja keluh-kesah tukang gorengan, tukang ojek motor, dan sopir mikrolet ini!Pasrah! Hanya itu yang pada akhirnya bisa mereka lakukan. Mau protes, mending didengar. Kalaupun didengar, tetap saja harga BBM akan naik. Mau diapakan lagi!"Kalau minyak tanah naik, saya akan naikkan harga gorengan gopek per biji," kata Agus, tukang gorengan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kepada detikcom, Sabtu (24/9/2005).Agus setiap hari memakai minyak tanah sebanyak 4 liter. Harga per gorengan yang dijualnya saat ini masih Rp 300. "Tapi bingung juga yah, kalau dijual gopek malah jadi nggak laku, ya balik ke harga semula," ujarnya.Hal senada dikeluhkan Chairul, pedagang masakan Padang, di Kalibata. "Saya sangat keberatan karena memasak pakai minyak tanah. Kalau naik sampai 50 persen, dagangan saya juga akan dinaikkan sampai 10 persen. Bisa-bisa pelanggan malah jadi berkurang," cetusnya.Tak hanya pedagang makanan, tukang ojek dan sopir angkutan pun kompak menolak kenaikan harga BBM. Meski demikian, mereka tidak akan menaikkan tarif."Saya sangat keberatan, tapi mau bagaimana lagi. Saya tidak akan menaikkan tarif. Kalau dinaikkan tarifnya, penumpang saya tidak akan naik ojek. Mereka pasti memilih naik angkot nantinya," kata Wawan, tukang ojek yang biasa mangkal di Lenteng Agung.Soleh, sopir angkot M-17 jurusan Pasar Minggu-Lenteng Agung, juga bersuara sama. "Saya menolak kenaikan harga BBM. Tapi saya kan cuma rakyat kecil. Saya juga tidak akan menaikkan tarif angkutan," ujarnya.Keberatan serupa juga dilontarkan Wati, seorang ibu rumah tangga. "Wah beban biaya hidup saya sekeluarga tambah berat. pengeluaran akan bertambah, padahal suami saya cuma kerja serabutan yang dapat Rp 600 ribu per bulan. Kalaupun dapat kompensasi Rp 100 ribu per bulan, ya nggak bakalan mencukupi. Harga sembako juga pasti akan menjulang tinggi," cetusnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat kemarin akhirnya memastikan harga BBM akan dinaikkan pada 1 Oktober. Namun belum ada kepastian mengenai berapa persen kenaikannya.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































