detikNews
Jumat 22 Maret 2019, 21:32 WIB

Romahurmuziy Menyerang ke Sana-sini

Tim detikcom - detikNews
Romahurmuziy Menyerang ke Sana-sini Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy diperiksa KPK hari ini/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Anggota DPR yang juga eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) bicara soal kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang membuatnya kini berstatus tersangka. Rommy blak-blakan mengaku meneruskan aspirasi ke Kemenag.

"Yang saya lakukan adalah meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR dan sebagai ketum PPP saat itu. Banyak sekali pihak-pihak yang menganggap saya orang yang bisa menyampaikan aspirasi (ke) pihak yang mempunyai kewenangan. Bukan hanya Kementerian Agama tentunya, di lingkungan lain, orang menyampaikan pun biasa," kata Rommy di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).





Romahurmuziy lantas menegaskan rekomendasi Haris Hasanuddin tak mengesampingkan proses seleksi untuk posisi Kakanwil Kemenag Jatim. Semua aturan seleksi pejabat tinggi di Kemenag, diklaim Rommy, diikuti.

Aspirasi soal kompetensi Haris Hasanuddin yang ikut seleksi Kakanwil Kemenag disebut Rommy diterima dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan seorang kiai.

"Tapi bahwa meneruskan aspirasi, apa yang saya teruskan bukan main-main. Contoh Haris, memang dari awal menerima aspirasi dari ulama seorang Kiai Asep Saifudin Halim adalah pimpinan pondok pesantren dan kemudian Bu Khofifah, beliau gubernur terpilih, jelas mengatakan, 'Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus.' Sebagai gubernur terpilih, beliau mengatakan kalau Mas Haris sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov akan lebih baik," tutur Rommy.

Soal pernyataan Rommy, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan KPK pasti akan menindaklanjuti informasi yang diberikan, termasuk dalam penanganan perkara. Tapi ditegaskan Rommy penanganan perkara di KPK selalu berdasarkan alat bukti.





"Saya tidak tahu persis siapa nama-nama yang disebut tadi. Kalau menyebut nama itu kan sudah sering orang-orang yang keluar dari proses pemeriksaan kemudian menyebut nama siapa saja. Bagi KPK, yang paling penting adalah apakah ada pihak-pihak tertentu yang disebut di ruang pemeriksaan dituangkan dalam berita acara dan dilihat apakah informasi itu didukung dan sesuai dengan bukti-bukti yang lain," ujar Febri kepada wartawan.

KPK sebelumnya membeberkan kongkalikong kelulusan seleksi pejabat tinggi di Kemenag. Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin, yang jadi tersangka penyuap Romahurmuziy, diduga pernah dikenai hukuman disiplin.

"Pada sekitar pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama HRS (Haris Hasanuddin) tidak termasuk 3 nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama. HRS diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin sebelumnya," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sabtu (16/3).
Haris dan Muhammad Muafaq Wirahadi mengikuti seleksi terbuka calon pejabat pemimpin tinggi Kemenag pada akhir 2018. Haris mendaftar sebagai calon Kakanwil Kemenag Jatim, sedangkan Muafaq Wirahadi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

"Diduga terjadi komunikasi dan pertemuan antara MFQ dan HRS dengan RMY dan pihak lain. MFQ dan HRS diduga menghubungi RMY untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan di Kementerian Agama RI," sambung Syarif.





Haris dan Muhammad Muafaq Wirahadi mengikuti seleksi terbuka calon pejabat pemimpin tinggi Kemenag pada akhir 2018. Haris mendaftar sebagai calon Kakanwil Kemenag Jatim, sedangkan Muafaq Wirahadi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

"Diduga terjadi komunikasi dan pertemuan antara MFQ dan HRS dengan RMY dan pihak lain. MFQ dan HRS diduga menghubungi RMY untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan di Kementerian Agama RI," sambung Syarif.
(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com