DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 20:30 WIB

Round-Up

Rommy yang Merasa Disasar karena Follower Media Sosial

Faiq Hidayat, Haris Fadhil - detikNews
Rommy yang Merasa Disasar karena Follower Media Sosial Tersangka jual-beli jabatan di Kemenag Romahurmuziy alias Rommy (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Romahurmuziy menutupi pergelangan tangannya yang terborgol dengan buku. Mantan Ketua Umum PPP yang karib disapa Rommy itu menilai dirinya sendiri sebagai sosok yang paling dicari. Oleh siapa?

"Apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP, tetapi tentu apa yang saya lakukan ini, salah satunya karena posisi saya yang memang salah satu most wanted, yang kira-kira kalau kemudian dilakukan operasi, dipilih ketua umum dengan follower terbesar di medsos. Begitulah kira-kira," kata Rommy sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Hal itu disampaikan Rommy tiba-tiba setelah menyemangati seluruh kader dan fungsionaris PPP. Dia juga meminta maaf kepada seluruh kader PPP atas apa yang dialaminya.

Rommy dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dia diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Total duit suap yang disebut KPK sebesar Rp 300 juta diduga dimaksudkan agar Rommy membantu proses seleksi keduanya untuk jabatan yang saat ini diduduki. Belakangan, keduanya diberhentikan dari posisinya oleh Kemenag.

KPK pada hari ini menyebut telah mengambil contoh suara Rommy untuk kepentingan penyidikan dan proses pembuktian. Biasanya, hal itu dilakukan KPK lantaran telah melakukan penyadapan sebelumnya.

Selain itu, Muafaq dan Haris telah diambil sampel suaranya sebelumnya. "Nanti pengambilan contoh suara akan menjadi salah satu poin pembuktian di proses persidangan lebih lanjut. Karena KPK sudah memiliki bukti yang kuat sebelumnya tentang adanya komunikasi-komunikasi atau pertemuan yang membicarakan terkait dengan, misalnya, pengisian jabatan atau terkait dengan dugaan aliran dana atau hal-hal lain yang relevan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.
(rna/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed