Viral Mobil Pelat TNI, BPN Prabowo Bantah Pakai Fasilitas Negara

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 22 Mar 2019 17:50 WIB
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tidak tahu tentang viral mobil berpelat dinas TNI mengangkut logistik di acara relawannya. BPN menegaskan tidak pernah menggunakan fasilitas negara.

"Kita tidak tahu tentang kejadian tersebut. Acara apa? Mobil siapa? Pelat nomor dari mana? Milik siapa? Itu kan nanti ketahuan kalau memang belum," ujar juru bicara BPN Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Sebelumnya peristiwa tentang mobil berpelat dinas TNI mengangkut logistik di acara relawan Prabowo-Sandiaga terekam dalam video berdurasi 1 menit yang viral. Dalam video itu, tampak 1 unit mobil Mitsubishi Pajero membawa logistik.

Ada beberapa orang yang memindahkan logistik itu dari dalam mobil ke ruangan acara. Di lokasi tersebut terpasang sebuah spanduk bergambarkan Prabowo-Sandiaga dengan tulisan 'Selamat Datang Para Relawan Se Bogor Raya Pada Dialog Kebangsaan'. Mobil jenis SUV itu tampak ada pelat dinas TNI berwarna oranye di bagian depan dan belakangnya.

Riza pun memastikan akan mengecek kabar itu. Namun setahunya, Prabowo-Sandiaga tidak ada kegiatan apa pun dalam minggu-minggu terakhir di wilayah Bogor.

"Mobil TNI tidak boleh digunakan untuk kepentingan kampanye. Mobil dinas gitu lho ya. Jadi saya tidak tahu kejadian ini dan setahu saya nggak ada gitu kita menggunakan seperti itu," kata Riza.




"Oh ya pasti, pasti (akan diusut). Ini akan kita tindak lanjuti, kita akan cek. Sejauh yang kita tahu Pak Prabowo-Sandi selalu menyampaikan kita tidak pernah menggunakan fasilitas negara. Jadi harus dicek lagi kebenarannya. Setahu saya tidak ada kegiatan buat 02 di Kota Bogor ya, dalam waktu dekat ini tidak ada. Kampanye Prabowo-Sandi nanti masih lama di Bogor. Jadwalnya bukan minggu ini," imbuh Riza.

Malahan, politikus Partai Gerindra itu kemudian menuding kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang kedapatan didukung pejabat negara.

"Saya nggak tahu sama sekali. Justru selama ini, ya mohon maaf, selama ini kan yang banyak kampanye itu kan buat 01. Yang banyak ketangkep itu kepala daerah, lurah, camat, kan terang-terangan itu, ASN, itu juga kan rata-rata itu pejabat-pejabat atau orang-orang seperti itu, bahkan terakhir yang viral yang polisi itu kan 01. Jadi kalau sekarang ada mobil berpelat TNI bawa logistik saya juga kaget. Setahu saya kan mereka kampanye untuk 01, bukan 02," kata Riza.

Terkait hal itu pula sebelumnya TNI telah melakukan pengecekan ke registrasi Mabes TNI. "Hasil dari pengecekan dari data yang ada di registrasi Mabes TNI, bahwa nomor tersebut betul nomor kendaraan yang ada di Mabes TNI, yang mana nomor tersebut adalah 3005-00," kata Danpuspom TNI Mayjen Dedy Iswanto dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3).

"Namun jenis kendaraannya tidak sesuai dengan registrasi yang ada di Mabes TNI, yang mana data di registrasi militer, berjenis Mitsubishi Lancer. Mungkin itu yang bisa saya klarifikasi," sambungnya.

Saat ini TNI tengah menelusuri soal berpindahnya pelat dinas untuk sedan Mitsubishi Lancer ke Mitsubishi Pajero. Dedy mengatakan TNI juga sedang mendalami bila memang ada anggota TNI yang terlibat.


Simak Juga 'Mobil Berpelat TNI Dipakai di Kampanye Prabowo, Ini Penjelasannya':

[Gambas:Video 20detik]



Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini



(azr/dhn)