Pedagang Minta Pemerintah Lakukan Kampanye Makan Ayam
Sabtu, 24 Sep 2005 09:54 WIB
Jakarta - Wabah Flu Burung yang merebak belakangan ini tentu berdampak bagi para pedagang ayam sebagai hewan yang sering disbut sebagai sumber penyakit itu. Berkaitan dengan hal ini para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan meminta kepada pemerintah untuk kembali melakukan kampanye makan ayam guna mendongkrak omset penjualan mereka."Kampanye itu cukup efektif meningkatkan penjualan ayam pada isu Flu Burung sebelumnya," kata Samlawi (30) seorang pedagang ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2005).Ia juga mengharapkan pemerintah memasang pengumuman di pasar-pasar bahwa memakan ayam yang dimasak matang itu aman. Samlawi juga mengaku saat ini terpaksa menjual ayam selakuanya saja."Biasanya kalau yang sedang dijual Rp 13.000 sampai Rp 15.000. Tapi sekarang Rp 9.000 saja terpaksa dilepas," keluhnya.Samlawi juga menjelaskan, setiap satu bulan sekali datang petugas Dinas Peternakan DKI Jakarta untuk mengecek kesehatan ayam.Seoran pedagang lainnya, Moein (35) mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, penjualannya turun drastis jika dibanding isu Flu Burung sebelumnya. Hal ini karena tempat mereka berjualan tidak jauh dari Kebun Raya Ragunan, sebagai tempat yang terjadi Flu Burung."Sekarang lebih parah. Dulu 20 ekor dalam sehari habis, sekarang 30 ekor sehari tidak habis itu untuk dua hari," kata Moein yang berasal dari Brebes Jawa Tengah ini.Padahal menurut Moein, biasanya menjelang hari raya atau bulan puasa penjualan mereka bisa meningkat dua kali lipat. Namun sekarang mereka harus berhutang pada agen karena ayam yang dijualnya banyak yang tidak laku."Kalau tidak laku ya terpaksa saya buang. Balik modal saja susah," ungkapnya.Bahkan Moein menerangkan, banyak pembeli yang terlebih dahulu menanyakan apakah ayam yang dijualnya tidak terkena Flu Burung. "Biasanya saya jawab ayamnya pasti sehat soalnya saya yang potong sendiri," ungkap penjual ayam sejak 10 tahun silam ini.Penjual Telur UntungBerbeda dengan pedagang ayam, penjual telur di Pasar Minggu justru menangguk untung. Karena para pembeli beralih dari ayam ke telur. Menurut salah seorang pedagang telur di Pasar Minggu harga telur meningkat dari Rp 7.800 per kg menjadi Rp 8.500 per kg. Penjualan juga meningkat yang biasanya 40 sampai 45 peti kini menjadi sekitar 50 peti sehari dengan isi sekitar 15 KG telur."Karena orang takut makan ayam mereka jadi beli telur," kata Izal (25) penjual telur di Pasar Minggu.
(ahm/)











































