detikNews
Jumat 22 Maret 2019, 14:44 WIB

KPK Ambil Sampel Suara Romahurmuziy

Faiq Hidayat - detikNews
KPK Ambil Sampel Suara Romahurmuziy Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - KPK mengambil sampel suara anggota DPR yang juga eks Ketum PPP, Romahurmuziy (Rommy). Sampel suara tersebut untuk kepentingan perkara dugaan suap yang menjerat Romahurmuziy.

"Jadi kami melakukan pengambilan contoh suara tersangka RMY (Romahurmuziy) untuk kepentingan penyidikan dan proses pembuktian," jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (22/3/2019).



Hari ini Rommy diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), setelah ditunda pada jadwal pemanggilan Kamis (21/3).

Febri mengatakan KPK sebelumnya sudah mengambil sampel suara Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Jadi KPK memiliki bukti kuat adanya komunikasi dan pertemuan terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"Nanti pengambilan contoh suara akan menjadi salah satu poin pembuktian di proses persidangan lebih lanjut. Karena KPK sudah memiliki bukti yang kuat sebelumnya tentang adanya komunikasi-komunikasi atau pertemuan yang membicarakan terkait dengan, misalnya, pengisian jabatan atau terkait dengan dugaan aliran dana atau hal-hal lain yang relevan," kata Febri.

Selain itu, Febri mengatakan saat ini tim KPK yang berada di Surabaya sudah kembali ke Jakarta. Seluruh dokumen yang disita akan dipelajari oleh KPK.

"Karena cukup banyak dokumen yang disita bagaimana yang menentukan proses seleksi, bagaimana hukuman disiplin pernah dijatuhkan terhadap HRS (Haris Hasanuddin), dan tahapan-tahapan yang lainnya. Setelah itu, baru kemudian direncanakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait," tutur dia.

KPK sebelumnya memang menyita barang bukti elektronik saat melakukan penggeledahan. Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Surabaya, Jumat (15/3), yang kemudian berlanjut dengan penetapan Rommy, Muafaq, dan Haris sebagai tersangka.

Rommy diduga menerima suap Rp 300 juta dari Muafaq dan Haris. KPK menduga suap diberikan agar Rommy membantu proses seleksi jabatan yang diikuti Haris dan Muafaq.



Saksikan juga video 'Rommy Ditangkap KPK, PDIP: Keadilan Tetap Ditegakkan':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com