detikNews
Jumat 22 Maret 2019, 10:50 WIB

Cegah Konflik, Gubernur Sumsel Minta Penyelenggara Pemilu Terbuka

Raja Adil Siregar - detikNews
Cegah Konflik, Gubernur Sumsel Minta Penyelenggara Pemilu Terbuka Foto: Gubernur Sumsel Herman Deru di apel operasi Pasukan Mantap Brata jelang Pemilu 2019. (Raja Adil-detikcom)
Palembang - Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) bersama TNI-Polri menggelar operasi Pasukan Mantap Brata jelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2019. Mereka siap mensukseskan dua agenda besar ini hingga pelantikan.

"Pagi ini diselenggarakan apel akbar. Ini bukti bahwa kita sebagai penyelenggara siap, aparat siap dan semua sudah siap," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui usai apel di Griya Agung, Palembang, Sumsel, Jumat (22/3/2019).

Deru mengingatkan bahwa pengamanan tak hanya dilakukan jelang pencoblosan 17 April. Namun ada waktu yang harus diwaspadai dalam rangkaian pesta demokrasi 5 tahunan, yakni pascapencoblosan.

"Saya hanya ingin menambahkan sedikit bahwa pelaksanaan ini bukan hanya di puncaknya 17 April saja. Ada yang harus sama-sama kita diwaspadai yakni pascapencoblosan," kata Herman Deru.

"Di situ ada tahapan penghitungan surat suara, ada penetapan sampai pelantikan. Ini yang harus sama-sama dikawal agar berjalan dengan baik," katanya.

Sebagai negara demokrasi, Herman Deru meminta seluruh pihak untuk transparan. Bahkan dia menyebut insiden yang kerap terjadi pada pemilu biasanya karena ada tidak transparannya dari penyelenggara.

"Kita sebagai penyelenggara negara siap dengan cara yang transparan dan jangan sampai ada insiden hanya karena tak ada keterbukaan baik dari tinggkat TPS, PPK dan selanjutnya. Kita harus sama-sama jaga Sumatera Selatan sebagai provinsi zero conflict," tutupnya.

Sementara, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain mengatakan Sumsel saat ini masuk di urutan ke-12 untuk tingkat kerawanan. Sehingga, ada 10 ribu personel yang mengamankan.

"KPU dan Bawaslu pusat sudah merilis Sumsel berada di urutan ke 12 tingkat kerawanan dalam tingkat nasional, tapi kami tetap waspada. Ada sekitar 7.165 polisi dan 3000 prajurit TNI yang nanti mengamankan," kata Zulkarnain.

Lebih lanjut, Zulkarnain memastikan pihaknya bakal mengamankan seluruh TPS dengan ketat. Termasuk di daerah yang sulit dijangkau dan rawan bencana.

"Sekarang yang rawan ada di Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Tapi rawan ini karena banjir, longsor dan sebagainya. Kalau rawan kecurangan saya rasa tidak ada sesuai hasil riset terbaru," tutur Zulkarnain.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed