Ma'ruf tiba di pesantren itu bersama istrinya, Wury Estu Handayani, lalu disambut Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim Edy Gunawan Areq Lung. Ma'ruf dan istrinya lalu disematkan baju khas Dayak Kalimantan Timur.
Ma'ruf merasa bahagia berkunjung ke pesantren itu. Apalagi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mendapat gelar khusus dari warga Dayak langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara tersebut dihadiri para ulama Kaltim dan ratusan santri Pesantren Nabil Husen. Hadir pula pimpinan Pondok Pesantren Nabil Husen, KH Nasikhin; Ketua YKD Kaltim Syafaruddin; pengurus PWNU Kaltim; pengurus PCNU Samarinda; serta pimpinan Ponpes se-Samarinda dan se-Kaltim.
Ma'ruf mengatakan pondok pesantren sangat penting dalam sistem pendidikan nasional. Sebab, pesantren juga merupakan tanggung ulama secara personal dalam rangka menyiapkan orang-orang yang paham agama.
"Dalam rangka menyiapkan tokoh-tokoh perubahan, tokoh-tokoh perbaikan. Karena apa? Karena ulama menyadari bahwa mereka tidak selamanya hidup, sehingga harus ada yang melanjutkan tugasnya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim Edy Gunawan Areq Lung mengungkapkan alasannya memberikan gelar itu kepada Kiai Ma'ruf. Menurut dia, gelar itu diberikan lantaran Ma'ruf merupakan seorang kiai yang bijak.
"Pemberian gelar itu karena beliau seorang kiai. Beliau istilahnya seorang pemimpin yang harus diteladani," kata Edy.
Saksikan juga video 'Ma'ruf Amin Jelaskan Dana Abadi yang Diinvestasikan':
(fjp/fjp)










































