DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 23:06 WIB

Jokowi Pamer Kartu Pra-Kerja ke Pendukung

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jokowi Pamer Kartu Pra-Kerja ke Pendukung Jokowi bertemu dengan pendukungnya di Istora Senayan, Kamis (21/3/2019). (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menyebut rencana program pembangunan sumber daya manusia (SDM). Di hadapan pendukungnya, Jokowi memamerkan janji Kartu Pra-Kerja dan Kartu KIP Kuliah.

"Ke depan kita ingin konsentrasi pada pembangunan SDM. Infrastruktur tetap jalan, namun pembangunan SDM mutlak kita lakukan. Kita ada pergeseran strategi. Kita tak mau terjebak pada middle income trap," kata Jokowi kepada pendukungnya di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).





Jokowi melanjutkan, infrastruktur yang sudah siap harus dibarengi dengan pembangunan SDM yang riil. Berikutnya harus ada reformasi struktural, baik kelembagaan maupun penyederhanaan aturan.

"Kalau tiga ini tidak dikerjakan konkret, kita akan terjebak dalam middle income trap," ujarnya.




Jokowi lalu memamerkan janjinya soal Kartu KIP Kuliah. KIP Kuliah berbeda dengan KIP, yang bertujuan membantu anak-anak Indonesia bersekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.

"Kita akan ada KIP Kuliah. Anak-anak yang tak mampu bisa kuliah di dalam dan luar negeri," kata Jokowi sembari menunjukkan KIP Kuliah kepada pendukung.





Jokowi mengungkapkan, KIP Kuliah dibuat berdasarkan ketakutannya saat masih kecil. "Saya rasakan ketakutan waktu kecil tidak bisa sekolah, apalagi kuliah. Saya bersyukur saya bisa selesaikan itu semua. Namun ketakutan itu ada di keluarga saya yang sederhana," ungkapnya.

Dia memamerkan Kartu Pra-Kerja. Dia meluruskan beberapa kekeliruan masyarakat terkait janji Kartu Pra-Kerja.

"Kartu ini diberikan kepada lulusan SMA/SMK, akademi, lulusan universitas, yang ingin masuk ke dunia kerja. Yang akan kita training dan beri pelatihan sehingga siap masuk dunia industri. Karena beban biaya ada di perusahaan. Dan itu gratis, dibiayai negara, dan mendorong orang senang masuk. Kita berikan insentif honor dalam kartu, termasuk yang terkena PHK," jelasnya.

"Ini juga pelatihannya tak hanya di dalam, namun juga di luar. Untuk keahlian tertentu, akan kita kirim besar-besaran ke luar negeri," lanjutnya.
(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed