DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 22:12 WIB

Jokowi: Tunjukkan ke Saya Presiden yang Ngecek Jalan sampai 8 Kali

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jokowi: Tunjukkan ke Saya Presiden yang Ngecek Jalan sampai 8 Kali Capres Jokowi (Andhika/detikcom)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mengungkap pengalamannya membangun jalan tol lintas Sumatera. Untuk membangun jalan tol tersebut, Jokowi bahkan sampai delapan kali mengecek jalan Tol Trans Sumatera.

Jokowi awalnya mengatakan, dalam 5 tahun kepemimpinannya, pemerintah sedang membangun fondasi sebagai syarat pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkualitas. Hal itu dilakukan dengan membangun infrastruktur.

"Dulu banyak yang meragukan apakah benar rencana bisa diimplementasikan. Nyaris tiap hari saya di lapangan untuk pastikan setiap program berjalan. Saya datang ke Tol Trans Sumatra sudah delapan kali. Tunjukkan kepada saya presiden mana yang ngecek jalan sampai delapan kali," kata Jokowi kepada pendukungnya di acara Deklarasi 10.000 Pengusaha untuk Jokowi-Ma'ruf, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).




Jokowi melanjutkan, jika seorang presiden mengecek pembangunan infrastruktur sampai delapan kali, menteri yang terkait akan melakukan pengecekan hingga 16 kali. Hal ini dilakukan menteri tersebut untuk memastikan bahwa target dan kualitas proyek tersebut berjalan dengan baik.

"Saya kasih tahu, Tol Trans Sumatera, saya diberi tahu rakyat. Ground breaking di Lampung, 'Pak jalan tol ini sudah di-ground breaking 4 kali coba, apakah ini mau diteruskan?'. (Dijawab Jokowi) 'tidak, akan saya cek, akan saya kontrol dan saya monitor terus. Pasti akan saya datangi terus untuk pastikan bahwa proyek besar yang penting berjalan'," ujarnya.

Jokowi pun memaparkan rencananya meneruskan pembangunan Tol Trans Sumatera. Juni mendatang, Tol Trans Sumatera dari Bakauheni hingga Palembang sepanjang 380 kilometer sudah tersambung.

"Tapi ada yang komplain, 'Pak, kenapa yang kerjakan BUMN?' Saya sampaikan sejak awal, silakan kalau ada swasta yang mau masuk ke sana. Dengan internal rate of return di bawah 10," tuturnya.




Jokowi pun bertanya kembali kepada pendukungnya di acara tersebut yang merupakan pengusaha.

"Siapa yang mau, silakan tunjuk jari, saya beri sepeda. Siapa yang mau kerjakan jalan tol dengan internal rate of return sangat kecil, nggak mau kan? BUMN disuplai oleh PMN. Nantinya kalau hitungan bisnis feasible, pasti akan kami sekuritisasi. Silakan swasta miliki. Kalau di Jawa IRT (internal rate of return) tinggi, silakan swasta kerjakan," imbuhnya.
(nvl/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed