DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 21:18 WIB

Prabowo: Saya Sadar Bukan yang Terhebat, tapi Saya Tak Mau Menyerah

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Prabowo: Saya Sadar Bukan yang Terhebat, tapi Saya Tak Mau Menyerah Capres Prabowo Subianto memberikan keynote speech di acara Aliansi Pengusaha Nasional, Kamis (21/3/2019). (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto memberikan keynote speech dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional. Prabowo berbicara tentang alasannya maju pada Pilpres 2019 meski sadar dirinya bukan yang terhebat.

"Saya bersama Saudara Sandiaga Uno mendapat kehormatan ditetapkan sebagai capres-cawapres 2019-2024," kata Prabowo mengawali pidatonya di Djakarta Theater, Kamis (21/3/2019).

"Saya waktu itu memutuskan maju juga sebagai kelanjutan dari keprihatinannya kita bersama yang kita rasakan bersama, terutama ekonomi kita seolah bergerak ke arah yang tidak jelas," kata Prabowo.






Prabowo mengatakan angka-angka ekonomi yang dikumandangkan pemerintah selalu bagus. Namun, menurutnya, itu tak sesuai dengan kenyataan.

"Angka-angka selalu dikumandangkan rezim penguasa. Angka bagus-bagus, kenyataannya, di lapangan tidak bagus," ucap Prabowo.

Karena itu, Prabowo memutuskan ingin melakukan perubahan. Dia kembali turun ke lapangan meski dia sadar dirinya bukan yang terhebat.





"Saya yang pertama paham, saya bukanlah orang terhebat di republik ini, tapi saya posisi tak mau menyerah kepada kepuasan yang mendorong ekonomi tidak berpihak ke rakyat sendiri," kata Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu menyatakan dirinya bukan sosok yang suka perpecahan ataupun konflik. Sejak muda, dia mengaku rela hancur untuk bangsa.

"Saya dibesarkan sebagai kesatria, lebih baik saya yang hancur daripada rakyat yang menderita. Itu tekad saya dari muda, saya siap mati untuk republik ini," jelas Prabowo.
(gbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed