Pendemo Kenaikan Harga BBM Gagal Temui Gubernur Bali

Pendemo Kenaikan Harga BBM Gagal Temui Gubernur Bali

- detikNews
Sabtu, 24 Sep 2005 01:00 WIB
Bali - Aksi penolakan kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005 mulai marak terjadi di Bali. Sejumlah eksponen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bali (ARB) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Jumat (23/09/2005).Aksi itu dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lingkar Study Perempuan (LS-Perempuan), Komite Perjuangan Rakyat Kecil (KPRK), BEM Universitas Mahasaraswati, Aliansi mahasiswa STIBA dan PRD. Mereka juga melakukan long march dari kampus Universitas Udayana di Jalan Sudirman menuju depan kantor gubernur.Namun mereka gagal bertemu Gubernur Bali Dewa Made Beratha, sebab puluhan Satpol PP dan polisi telah menutup rapat gerbang sebelum mereka tiba di lokasi itu. Pengunjuk rasa tetap beorasi di depan pintu masuk dengan pengawalan ketat aparat.Para pengunjuk rasa membawa spanduk penolakan kenaikan haga BBM. Spanduk itu bertuliskan 'BBM dinaikkan ayo turunkan SBY. Bentuk pemerintahan persatuan rakyat' serta beberapa poster lainnya."Seharusnya bapak Gubernur Bali mau mendengarkan dan mengetahui aspirasi masyarakat. Sepatutnya peduli dengan rakyat yang mendukungnya jadi Gubernur. Hidup Rakyat," sindir korlap aksi, Ihsan Tantowi.Mereka membacakan pernyataan sikap yang intinya menuntut jika harga BBM naik maka SBY-Kalla gagal dan harus diganti. Mereka juga mengajak rakyat untuk menggorganisir diri dan melakukan demontrasi penolakan ke Istana Negara Jakarta dan gedung-gedung pemerintahan. "Bagaimana rakyat bisa sejahtera jika BBM naik tapi upah tidak naik," teriak serentak semua pengunjuk rasa. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads