DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 20:24 WIB

Ajukan JC, Sekjen KONI Ingin Bongkar Pihak Lain di Kasus Suap Hibah

Faiq Hidayat - detikNews
Ajukan JC, Sekjen KONI Ingin Bongkar Pihak Lain di Kasus Suap Hibah Ending Fuad Hamidy yang ditangkap KPK saat menjabat Sekjen KONI kini menjalani persidangan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Terdakwa perkara suap terkait dana hibah dari Kemenpora untuk KONI, Ending Fuad Hamidy, mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC). Ending Fuad, yang juga Sekjen KONI, mengklaim ingin membongkar pihak lain yang diduga menikmati duit haram itu.

"Agar kasus ini bisa diungkap terang benderang bahwa ada pihak Kementerian (Kemenpora) yang diduga menikmati hasil cash back atau commitment fee. Yang sudah pasti ya Saudara Ulum," kata kuasa hukum Ending Fuad, Arif Sulaiman, saat dihubungi wartawan, Kamis (21/3/2019).

Menurut Arif, Ending Fuad ingin membongkar keterlibatan Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi dalam kasus suap terkait dana hibah untuk KONI.

"Tapi intinya saya sampaikan, Ulum sampai saat ini mewakili kepentingan menteri itu, tapi kebenaran, kami tidak bisa menjamin. Butuh kehadiran Menteri. Itu fakta nanti saat dihadirkan Menteri," kata Arif.




Dia berharap KPK bisa mengabulkan permohonan JC tersebut. Permohonan JC diharapkan bisa menjadi pertimbangan KPK dalam perkara itu.

Dalam dakwaan perkara itu, Miftahul Ulum disebut memberikan arahan kepada pejabat KONI untuk memberi suap kepada pejabat Kemenpora demi lancarnya anggaran hibah itu.

Ending Fuad Hamidy didakwa memberikan suap Rp 400 juta kepada Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana dan dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. Pemberian suap ditujukan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora. Namun rupanya ada main mata yang melibatkan Miftahul Ulum.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed