Tipis, Harapan Hidup Bayi Kembar Siam di Denpasar
Jumat, 23 Sep 2005 23:05 WIB
Bali - Tim dokter dari RS Soetomo Surabaya telah memeriksa bayi kembar siam pasangan asal Karangasem, Bali yang kini dirawat di RSUP Sanglah Denpasar. Diprediksi, peluang hidup kedua bayi kembar tersebut sangat tipis. "Tidak bisa dilakukan operasi pemisahan, sebab jantungnya hanya satu. Jika salah satu dikorbankan maka belum menjamin kondisi bayi yang satunya. Tidak mungkin bisa dipisah, untuk bisa bertahan hidup saja susah," kata ketua tim dokter dari RS Soetomo, Purwadi SpBA, di kantornya, Jumat, (23/9/2005).Pemeriksaan bersama empat dokter spesialis dan dokter RSUP Sanglah itu menggunakan alat echo kardiologi (alat pemeriksa jantung) selama 2 jam, Jumat (23/09/2005). Dari hasil pemeriksaan diketahui kedua bayi pasangan Made Yasa Antara (22) dan Wayan Listiani (23) warga banjar Rama Winangun Tianyar Karangasem Bali, menderita kelainan jantung berat."Jantung berada di tengah-tengah dengan kondisi serambi satu. Namun memiliki dua bilik dengan lubang bocor di dua tempat. Pembuluh darah jantung berantakan sehingga darah kotor dan bersih tercampur atau istilahnya bayi biru," kata Purwadi.Menurutnya, pihaknya khawatir kemungkinan dalam minggu kedua sampai satu bulan pertama, bayi kembar itu akan mengalami komplikasi gagal jantung. Tim dokter juga menyimpulkan bahwa harapan hidup bayi kembar siam ini cukup tipis dan tidak diketahui persentase tingkat kehidupan bayi.Anggota tim dokter RS Soetomo, Markus menambahkan, resiko untuk bisa hidup wajar sangat kecil mengingat jantung hanya satu dan mengalami kelainan. Namun upaya membertahankan hidup dilakukan sesuai standar protokoler yaitu dilakukan dengan cara diberi minum susu melalui mulut sesuai takaran dan perawatan observatif."Jadi kesimpulan kita, bayi kembar siam ini tidak perlu dibawa ke RS Soetomo Surabaya. Perawatan cukup dilakukan di RS Sanglah. Tapi bukan berarti kita tidak mau menerimanya lho. Nanti jika panjang umur, maka dalam usia dua sampai tiga bulan akan dievaluasi ulang. Jika perlu, dikoreksi jantungnya untuk mempertahankan hidup," katanya.Berdasarkan data di RS Soetomo Surabaya, rumah sakit itu telah menerima bayi kembar siam sebanyak 20 pasang bayi. Bayi yang berhasil dioperasi dan bisa hidup hanya 6 bayi kembar siam.
(ahm/)











































