DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 16:37 WIB

Perusahaan Bantah Pecat Nurullita karena Pilih Jokowi: Dianya Aja Baper

Herianto Batubara - detikNews
Perusahaan Bantah Pecat Nurullita karena Pilih Jokowi: Dianya Aja Baper Nurullita (tengah) dan kuasa hukumnya, M Rizki (kemeja batik), di gedung Kemenaker, Jakarta Selatan. (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Nurullita (40), mantan karyawan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi, mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan. Dia mengaku dipecat karena berbeda pilihan di Pilpres 2019. Pihak perusahaan membantah.

"Nggak ada pemecatan, orang dia yang keluar sendiri," kata Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari saat dihubungi detikcom, Kamis (21/3/2019).

Merry membantah perusahaan telah memecat Nurullita secara sepihak. Dia menegaskan perusahaan sama sekali tidak mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja.


"Apa sudah ditanya ke Bu Lita surat pemberhentiannya atau surat PHK-nya? Perusahaan kan begitu, mau dipecat, mau di-PHK kan ada suratnya," ujar Merry.

"Kalau ada pemecatan pasti ada surat. Bu Lita ada surat nggak diterima sama dia? Orang dia keluar, keluar sendiri. Tahu-tahu ada berita, saya jadi bingung," sambungnya.

Merry menjelaskan ketika itu memang Lita diledek di grup WhatsApp oleh rekan-rekan kerjanya. Namun, menurut Merry, itu hanya candaan semata. Dia menyebut Lita mengundurkan diri dari perusahaan. Tidak ada pemecatan.

"Ya namanya bercandaan, ada orang tersinggung. Dia tersinggung, terus minta maaf sama teman-teman, ngundurkan diri, itu salah saya? Namanya temen-temen, anak-anak buah yang share jadi dicandain. Nggak suka kali dia, baper, mengundurkan diri. Saya salahnya di mana coba. Orang dia sendiri," ucapnya.

Merry mengatakan nama baiknya merasa dicemarkan karena disebut melakukan PHK sepihak. Dia menyebut Lita tidak dipecat, melainkan mengundurkan diri.

"Bercanda-bercandaan, saya rasa dianya aja yang baper," ucapnya.


Lita siang tadi didampingi Relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo) mengadu ke Kemenaker. Lita mengatakan pemecatannya dilakukan pada 25 Februari lalu. Sehari sebelum dipecat, Nurullita menghadiri acara relawan bersama capres Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor.

"Hari Minggu tanggal 24 Februari, saya mengunjungi di acaranya Bapak Jokowi, dalam perjalanan itu saya sudah mulai di-bully," ujar Nurullita.

Lita mengaku sempat meng-upload foto dan video terkait acara itu. Tindakan itu, kata Nurullita, menjadi bahan olok-olok rekan kerjanya di grup WhatsApp.

Keesokan harinya, Nurullita langsung dipanggil dan diminta menandatangani surat pemberhentian. Atasannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Joko Widodo.

"Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut. 'Kamu memilih Jokowi, tapi kamu mencari makan di sini, malu dong,' itu kalimat terakhir dia (atasan)," kata Nurullita menirukan ucapan atasannya.
(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed