DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 16:04 WIB

Cerita Kepsek soal Dana BOS Rp 111 Juta Dirampok Kawanan Modus Gembos Ban

Isal Mawardi - detikNews
Cerita Kepsek soal Dana BOS Rp 111 Juta Dirampok Kawanan Modus Gembos Ban Foto: Kepsek SDN Harapan Baru 3 Rita Yulia (Isal Mawardi-detikcom)
Bekasi - Uang sebesar Rp 111 juta yang merupakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SDN Harapan Baru 3 Bekasi, raib dibawa kawanan perampok. Para pelaku melancarkan aksinya dengan modus penggembosan ban mobil.

Kepsek SDN Harapan Baru 3 Rita Yulia menceritakan, awalnya dia bersama bendahara sekolah Wiyanto, dan pengawalnya, Mujo, mencairkan dana BOS di Bank BJB, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Selatan, Senin (18/3).

"Setelah ke sana, ada panggilan nomor antrian saya tanda tangan slip pengambilannya. Setelah tanda tangan, saya izin ke bendahara untuk rapat di PGRI Kecamatan," kata Rita saat ditemui di SDN Harapan Baru 3, Teluk Pucung, Bekasi, Kamis (21/3/2019).

Ketika Rita hendak kembali ke mobil, bendaharanya izin pergi duluan karena hendak ke pemakaman. Uang yang tadinya dibawa bendahara, diserahkan kepada Rita.

"Bu tapi saya ambil Rp 10 juta dulu ya bu buat bayar percetakan'. Tadinya diambil Rp 121 juta, jadi tinggal Rp 111. KTP dan lain-lain ada di tas itu juga," kata Rita sambil menceritakan kembali perkataan bendaharanya.

Rita kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobilnya untuk berangkat ke PGRI. Selesai rapat di PGRI, Rita meluncur kembali ke sekolahnya bersama dengan temannya.

"Di tengah perjalanan, sebelum pintu gerbang Tytyan Kencana, posisi itu macet. Pas maju, tiba-tiba ban langsung gembos, biasanya kan ban itu kalau bocor lama lah ya, tiba-tiba ini gembos langsung," tuturnya.



Rita kemudian membawa mobilnya ke tukang tambal ban terdekat. Di situ, baru diketahui bahwa bannya tertusuk jaru-jari payung yang sudah dimodifikasi menyerupai paku.

"Saya keluar, bu Erna juga keluar dari mobil. Bodoh banget itu padahal tambal bannya bilang itu ada orang iseng. Bannya itu ban kiri belakang mobil, tukang tambal ban ada di sebelah kiri. Pas dilihat kerangka payung gitu cuma ujungnya dilancipin, panjangnya sekitar 10 cm, lebih kecil dari pensil," sambungnya.

Pada saat itu, seorang ojek online berteriak, tetapi Rita belum curiga. Driver ojek online itu kemudian mendekati dan memberitahunya bahwa ada orang yang mengambil tasnya dari dalam mobilnya.

"Saya langsung lihat dalam mobil, udah nggak ada tas saya. Tas saya taruh di depan, dekat rem tangan," jelasnya.

Kasus itu sudah dilaporkan ke polisi. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.






Tonton juga video Suami-Istri Jadi Tersangka Penyelewengan Dana BOS dan BSM di Trenggalek:

[Gambas:Video 20detik]


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed