DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 14:28 WIB

TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Mei

Adhi Indra Prasetya - detikNews
TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Mei Bus Listrik TransJ (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - PT Transportasi Jakarta berencana menguji coba mengoperasikan bus listrik pada Mei 2019. Diharapkan bus listrik ini nantinya bisa secara masif dipergunakan sebagai transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono di Hall B3 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019). Untuk mempersiapkan uji coba, PT TransJ menandatangani MoU dengan tiga perusahaan, yakni BYD, MAB, dan RAC-Danfoss, serta lembaga pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang akan menyiapkan bus untuk diuji coba.


"Di dalam forum ini juga kita putuskan untuk menunjukkan bahwa Trans Jakarta sesuai arahan Gubernur DKI, Bapak Anies Baswedan di Januari 2019, menyiapkan diri untuk menguji coba kendaraan listrik di operasional TransJakarta. Karena tanpa memulai, bus listrik hanya akan menjadi wacana. Hari ini para partner yang ada di sini bersepakat bahwa wacana itu harus direalisasikan," ucapnya.

Bus Listrik TransJBus Listrik TransJ (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Agung mengatakan studi menunjukkan emisi karbon di perkotaan sebanyak 46 persen berasal dari transportasi. Jadi penggunaan kendaraan listrik yang emisinya nol akan berkontribusi besar bagi lingkungan. "Emisi yang dihasilkan mungkin hanya dari pembangkit listriknya, tapi dari kendaraannya sendiri tidak ada emisi," ucapnya.

Selain itu, menurut Agung, komponen bus listrik lebih rendah untuk keperluan perawatan. Ini akan membuat keseluruhan biaya pengelolaan bus menjadi lebih rendah.

"Karena itulah TransJakarta di awal ini akan melakukan uji coba, dilakukan tidak dengan membeli armada ini. Jadi bukan TransJakarta yang membeli armada, TransJakarta tidak akan memiliki armada ini. Armada akan dimiliki dan dioperasikan para operator yang menjadi mitra TransJakarta." jelas Agung.

"Di Jakarta ini sudah banyak operator yang bermitra dengan kami untuk bus-bus besar, nantinya operator itu yang akan mengoperasikan bus-bus ini, dan TransJakarta dalam uji coba membayar biaya operasionalnya, sehingga kita bisa mengetahui berapa sesungguhnya biaya operasi yang tadi diperkirakan akan rendah," sambungnya.


Meski demikian, Agung menyebut ada sejumlah tantangan dalam merealisasi ini. Antara lain menyiapkan infrastruktur bus listrik, salah satunya stasiun pengisian daya atau charging station.

Bus Listrik TransJBus Listrik TransJ (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

"Kemudian yang perlu kita punya juga kemampuan untuk merawat, bengkel, teknisi, dan sebagainya. Oleh karena itu, para penyedia ini sekalian harus bekerja sama dengan para operator, juga bekerja sama dengan, apakah agen pemegang merek atau pihak yang lain yang punya kemampuan untuk merawat bus listrik. Sehingga kita bisa mendapat solusi yang komprehensif," jelasnya.

Ditanya kapan bus listrik ini akan diuji coba, Agung menyebut kemungkinan dilakukan Mei dengan masa sekitar 6 bulan. Diharapkan nantinya ada sekitar 10 bus listrik yang bisa diuji coba.

"Tentunya akan bergantung dari kesiapan para mitra. Hari ini sudah ada 3 armada yang sudah ada di sini. Untuk mencapai kesiapan itu, diujicobakan di kami, armada ini harus memenuhi regulasi dalam hal uji tipe. Ada regulasi-regulasi dari Kemenhub yang harus dipatuhi dan para manufacturer ini nantinya bersiap untuk melakukan proses itu, TransJakarta akan mendukung sepenuhnya. Sehingga nantinya ini akan berjalan sesuai ketentuan," jelasnya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed