Tak Cekatan Tangani Flu Burung, Kinerja Alwi Perlu Dievaluasi

Tak Cekatan Tangani Flu Burung, Kinerja Alwi Perlu Dievaluasi

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2005 18:02 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta segera mengevaluasi kinerja Menko Kesra Alwi Shihab. Sebab, Alwi dinilai tidak cekatan mengatasi flu burung.Alwi juga dinilai gagal dalam mengkoordinasikan kementerian di bawahnya. Hal ini tampak dari kurang maksimalnya koordinasi yang menyebabkan masing-masing departemen jalan sendiri-sendiri."Selama ini Depkes terkesan jalan sendiri, Deptan juga jalan sendiri. Nah, Menko Kesra tidak mau ambil pusing. Ya kalau tidak mampu, lalu mau dibilang apa," cetus Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) M Arsa Suthisna dalam jumpa pers di ruang Fraksi PKB Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/9/2005).Lemahnya koordinasi dapat dilihat dari ketersinggungan Gubernur DKI Sutiyoso karena tidak diajak bicara terlebih dahulu atas penetapan kejadian luar biasa (KLB) flu burung. Fraksi PKB juga menyayangkan sikap ketergesa-gesaan dan kurang hati-hatinya pemerintah dalam menyatakan status KLB flu burung, karena kasus itu semakin memperburuk perekonomian nasional. Hal itu terbukti dari peternakan dan rumah makan yang rugi."Setelah saya turun ke lapangan, rumah makan yang jual ayam ternyata terpengaruh. Turis-turis asing juga tidak mau datang. Orang tidak mau makan ayam setelah KLB. Saya juga jadi khawatir," terangnya.FKB juga mengaku kecewa atas sikap pemerintah jika KLB hanya digunakan untuk mengalihkan isu BBM dan untuk mengambil kebijakan mengimpor ayam dari luar negeri karena ayam-ayam di Indonesia sudah harus dimusnahkan."Kalau KLB ini untuk mengalihkan isu BBM, itu jahat. Karena ada KLB, orang tidak mau makan ayam di sini, padahal masyarakat masih sangat membutuhkan protein. Ujung-ujungnya kita mesti impor ayam dari luar negeri. Kalau tujuan KLB hanya untuk itu, lebih payah lagi," kata Anggota Komisi IV DPR RI dari PKB Mufid A Busyairi.Sejauh ini Komisi IX DPR RI sudah menyetujui penggunaan dana Rp 15 miliar untuk mengatasi kasus flu burung. Sayangnya Depkes belum bisa menjelaskan pada level mana kejadian flu burung di Indonesia saat ini sehingga statusnya harus menjadi KLB. (san/)


Berita Terkait