"Izinkan saya pada kesempatan ini untuk menyampaikan kepada bapak presiden bahwa hari ini ada 4000 warga Kota Bogor dan 1000 warga Kabupaten Bogor yang sangat semangat. Tadi pagi sudah standby menunggu (sejak) jam 7 (hingga) 8 pagi, sebagian besar bapak ibu sepertinya berangkat subuh dari kediaman," kata Bima Arya di acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Lapangan Parkir Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Kamis (21/3/2019).
"Tapi walaupun harus menunggu 3-4 jam, masih setia duduk di sini menunggu kedatangan bapak presiden. Saya acungkan jempol untuk bapak ibu semua," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kepala daerah atau bupati kota lain biasanya mengucapkan selamat datang (untuk presiden). Tapi kali ini, bapak presiden tinggal di Bogor, warga Kota Bogor. Jadi kalau ada yang tanya, 'Pak wali, Bapak Presiden sering ke Bogor ya?'. Saya bilang bukan sering ke Bogor, tapi Pak Presiden tinggal di kota Bogor," ujarnya.
Bima Arya pun meminta izin untuk tidak mengucapkan selamat datang ke Jokowi karena Jokowi memang tinggal di Bogor. Dia pun berterima kasih karena warganya telah diberikan sertifikat.
"Bapak Presiden dan jajaran Kementerian Tata Ruang telah memberikan satu hal yang sangat didambakan kita semua, yaitu kepastian atas kepemilikan lahan. Hidup ini serba tidak pasti, betul bapak ibu? Tetapi kalau tinggal di tempat yang membuat kita tidak pasti akan repot," tuturnya.
Politisi PAN itu melanjutkan, dengan warga memiliki sertifikat atas tanahnya maka kepastian hidup akan lebih besar.
"Bicara sertifikat insyaallah bukan hanya sekedar bukti kepemilikan, tapi sertifikat adalah kehidupan. Karena insya Allah setelah sertifikat di tangan, kehidupan baru akan lebih cerah lebih baik," imbuhnya. (nvl/dhn)










































