Kepala Daerah Harus Segera Lakukan Pendataan Gakin
Jumat, 23 Sep 2005 17:16 WIB
Jakarta - Kepala daerah harus segera melakukan pendataan terhadap keluarga miskin (gakin) di daerahnya masing-masing.Hal ini mendesak dilakukan agar program kompensasi pengurangan subsidi BBM (PKPS-BBM) segera direalisasikan. Jangan sampai kepala daerah melewati batas waktu yang ditetapkan."Para gubernur harus mewaspadai batas waktu yang tersedia. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencetak kartu keluarga miskin dan distribusinya," kata Mendagri M Ma'ruf usai rakor gubernur mengenai PKPS-BBM kepada gakin di Gedung Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (23/9/2005).Ma'ruf menegaskan, kepala daerah harus segera melakukan pendataan paling lambat H-2. Namun mengenai hari H-nya, kata Ma'ruf, tergantung dari presiden."Gubernur, walikota, dan bupati masih punya waktu untuk menyelesaikan di lapangan," ujar Ma'ruf.Ma'ruf menjelaskan, sampai hari ini keluarga miskin sudah terdata hingga 20-30 juta. Namun jumlahnya masih akan bertambah karena pendataan masih terus dalam proses.Mengenai persiapan di daerah, Ma'ruf menjelaskan, BPS dan Pos Indonesia bekerja sama dengan badan-badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) di daerah-daerah, pemerintah sipil dan kependudukan. Mereka hingga saat ini masih melakukan pendataan keluarga miskin.Ma'ruf juga menegaskan, nantinya akan dibentuk unit pengawasan dan pemantauan yang pembentukannya mencapai tingkat desa. Hal ini untuk mengantisipasi penyelewengan penyaluran dana kompensasi ini.Ma'ruf juga menjelaskan, apabila penyelewengan ringan terjadi, maka harus diselesaikan oleh aparat RT. Apabila penyelewengan pada tahap sedang, harus diselesaikan aparat desa. Dan apabila penyelewengannya berat, maka itu harus diselesaikan aparat hukum.Mengenai adanya KTP ganda dari keluarga miskin, Ma'ruf berharap agar semua pihak yang terlibat bekerja sama dengan pihak RT maupun RW. "Di Jakarta pun banyak KTP ganda. Yang penting RT/RW bisa merekomendasikan bahwa yang bersangkutan itu tinggal di wilayahnya dan benar-benar miskin," ujarnya.
(ary/)











































