DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 22:42 WIB

Round-Up

Ketegangan Lintas Benua Pascateror di Salat Jumat

Tim detikcom - detikNews
Ketegangan Lintas Benua Pascateror di Salat Jumat Foto: dok. Reuters
Jakarta - Ketegangan diplomatik terjadi antara Australia dan Turki setelah terjadinya teror di Christchurch, Selandia Baru. Dua negara di benua berbeda itu bersitegang akibat pernyataan Presiden Turki Recep Erdogan.



Erdogan sebelumnya menyatakan siapa pun yang masuk ke Turki dengan sentimen anti-Islam akan dipulangkan ke negara asalnya dalam peti jenazah. Dia merujuk ke ribuan personel pasukan Australia dan Selandia Baru (Anzac) yang tewas setelah mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I di Gallipoli, Turki.

Pernyataan Erdogan itu dilontarkan saat menanggapi aksi teror di dua masjid di Christchurch, New Zealand. Dilansir Reuters, Rabu (20/3/2019), Erdogan sempat menyatakan Turki akan membuat si pelaku teror mendapat ganjaran jika New Zealand tidak bisa melakukannya. Komentar itu disampaikan Erdogan dalam kampanye di Istanbul pada akhir pekan lalu.



Presiden Erdogan menilai serangan terhadap jemaah masjid di Selandia Baru merupakan bagian dari serangan lebih luas terhadap Turki. Presiden Turki yang berkampanye menjelang pemilu lokal akhir bulan ini menegaskan penembakan jemaah masjid jadi bukti meningkatnya kebencian dan prasangka terhadap Islam.



Video aksi teror di New Zealand bahkan dipertontonkan via layar besar dalam kampanye Erdogan pada Sabtu (16/3). Erdogan diketahui tengah berupaya meningkatkan dukungan untuk Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpinnya menjelang pemilu daerah pada 21 Maret besok.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pun lantas mengecam pernyataan Erdogan tersebut. Dia telah memanggil Dubes Turki di Canberra Korhan Karako, tapi tidak puas atas penjelasan sang dubes.

"Saya tidak dapat menerima alasan yang disampaikan terkait pernyataan itu," ujar PM Morrison seusai pertemuannya dengan Dubes Karako, Rabu (20/3/2019).



PM Morrison menegaskan pihaknya meminta pernyataan itu ditarik kembali dan TV pemerintah Turki meluruskan kesalahan interpretasi kebijakan Australia. Jika tidak dipenuhi, kata Morrison, pihaknya akan mengambil tindakan lebih lanjut.

"Saya menunggu apa tanggapan pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern mengutus Menlu New Zealand Winston Peters ke Turki. Menlu Peters akan meminta klarifikasi langsung kepada Presiden Erdogan soal komentarnya terkait aksi teror di dua masjid di Christchurch.

PM Ardern menegaskan Menlu Peters, yang juga menjabat Wakil PM New Zealand, akan meminta klarifikasi mendesak kepada Erdogan soal komentarnya tersebut.

"Wakil Perdana Menteri kita akan menghadapi komentar-komentar itu di Turki," ujar PM Ardern kepada wartawan setempat. "Dia akan ke sana untuk meluruskan semuanya, berhadapan langsung," tegasnya.
(knv/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed