detikNews
Rabu 20 Maret 2019, 20:28 WIB

KPK Berencana Telusuri Suap Pengisian Jabatan Lain di Kemenag

Haris Fadhil - detikNews
KPK Berencana Telusuri Suap Pengisian Jabatan Lain di Kemenag Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK membuka peluang menelusuri dugaan suap pengisian jabatan lainnya di Kementerian Agama (Kemenag). Rencana ini sebagai pengembangan kasus dugaan suap pengisian jabatan dengan tersangka Romahurmuziy (Rommy).

"Apakah mungkin dikembangkan di posisi-posisi lain di Kementerian Agama, bisa saja, sepanjang memang nanti ditemukan bukti-bukti atau petunjuk-petunjuk yang mengarah ke sana," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Febri juga mengatakan masyarakat bisa menyampaikan informasi ke KPK jika mengetahui ada praktik jual-beli jabatan di Kemenag. Penyampaian informasi itu bisa dilakukan dengan langsung datang ke KPK ataupun lewat saluran lainnya.





"Atau masyarakat bisa memberikan informasi melalui jalur pengaduan masyarakat baik melalui telepon ke 198 misalnya atau melalui website dan datang langsung ke KPK. Nanti akan kami telaah lebih lanjut informasi-informasi tersebut," kata Febri.

Dia juga menyebut KPK sudah mengidentifikasi dugaan commitment fee dari dua jabatan yang diduga proses pengisiannya terkait kasus ini. Febri mengatakan tim dari KPK saat ini sedang fokus melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang diduga terdapat bukti untuk memperkuat konstruksi perkara.

KPK sebelumnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag.





Ketiganya adalah anggota DPR sekaligus eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) ditetapkan sebagai tersangka penerima serta Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

Rommy diduga menerima Rp 300 juta dari Muafaq dan Haris untuk membantu proses pengisian jabatan kedua orang itu. KPK menduga Rommy bekerja sama dengan aktor internal Kemenag dalam menjalankan aksinya, mengingat Rommy adalah anggota Komisi XI DPR, yang tak punya kewenangan di Kemenag.

"Diduga RMY (Romahurmuziy) bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sabtu (16/3).

Kemenag juga sudah angkat bicara soal dugaan suap pengisian jabatan ini. Pihak Kemenag menyatakan proses pengisian jabatan dilakukan sesuai dengan prosedur.
(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com