DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 20:00 WIB

Round-Up

Ketulusan Pemimpin New Zealand Dipuji Tinggi Erdogan

Tim detikcom - detikNews
Ketulusan Pemimpin New Zealand Dipuji Tinggi Erdogan Foto: dok. Getty Images
Jakarta - Kepemimpinan Perdana Menteri New Zealand (Selandia Baru) Jacinda Ardern dalam menangani aksi teror di dua masjid di Christchurch menuai pujian dari berbagai pihak. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun memuji sikap tulus Ardern dalam merangkul umat Islam yang tinggal di negaranya.



Pujian Erdogan itu disampaikan dalam tulisan editorial opini pada surat kabar terkemuka Amerika Serikat (AS), The Washington Post. Erdogan menyerukan kepada seluruh pemimpin negara-negara Barat untuk belajar dari PM Ardern.

"Seluruh pemimpin negara-negara Barat harus belajar dari keberanian, kepemimpinan, dan ketulusan Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern dalam merangkul umat Islam yang tinggal di negara mereka," sebut Erdogan dalam tulisannya, seperti dilansir media lokal New Zealand Herald, Rabu (20/3/2019).



Erdogan juga menantang negara-negara Barat bahwa mereka memiliki 'tanggung jawab tertentu' setelah aksi teror yang terjadi di dua masjid New Zealand. Aksi teror itu menewaskan 50 orang.

Lebih lanjut Erdogan menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menolak "normalisasi rasisme, xenofobia, dan islamofobia yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir". Menurut Erdogan, xenofobia dan islamofobia pada masa lalu berhadapan dengan "kebisuan di Eropa dan bagian lain dari dunia Barat".

"Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi lagi," tegasnya.

"Jika dunia ingin mencegah serangan serupa seperti di New Zealand terjadi di masa mendatang, harus dimulai dengan menetapkan bahwa apa yang terjadi merupakan produk kampanye kotor terkoordinasi," imbuh Erdogan dalam tulisannya.



Kembali ke PM Ardern, kepeduliannya juga ditunjukkan dengan menemui keluarga korban serangan teror di dua masjid setelah kejadian. Dalam kesempatan itu, PM Ardern tampak mengenakan kerudung.

PM Ardern duduk di sebuah ruangan dan dikelilingi sejumlah orang yang merupakan keluarga korban. Tak diketahui materi pembicaraan antara PM Ardern dan para keluarga korban.

Dalam kesempatan lain, PM Ardern juga mengecam pernyataan senator Australia Fraser Anning, yang menyalahkan imigran muslim atas teror di Christchurch. Menurut Ardern, komentar tersebut memalukan.

Dilansir dari 9 News Australia, Minggu (17/3/2019), hal tersebut disampaikan Ardern dalam pernyataan pers keduanya ke media sejak teror terjadi pada Jumat (15/3). Seorang wartawan bertanya tentang komentar Fraser Anning dan Ardern lalu menjawab singkat.

"Memalukan," jawab Ardern. Dia lalu beralih ke pertanyaan berikutnya.



Selain itu, PM Ardern menjadi penanda tangan pertama buku belasungkawa nasional atas serangan teror terhadap jemaah masjid di Christchurch. Buku ini dibuka untuk umum di Wellington sejak Senin (18/3).

"Atas nama seluruh warga Selandia Baru, kita berduka bersama. Kita satu. Mereka adalah kita," tulis PM Ardern dalam buku tersebut.

Tak hanya itu, PM Ardern pun enggan menyebut nama pelaku teror di dua masjid Christchurch dalam setiap pernyataannya. Menurut Ardern, jika pelaku teror disebutkan namanya, dia akan mendapat banyak hal.

"Dia (pelaku) mendapat banyak hal dari aksi terornya, kecuali satu hal, yakni kemasyhuran. Itulah mengapa Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebut namanya," tegas PM Ardern dalam pernyataan emosional saat rapat khusus parlemen New Zealand, seperti dilansir AFP, Selasa (19/3/2019).

Dalam pernyataan terbaru ini, PM Ardern mengawalinya dengan salam dalam bahasa Arab, assalamualaikum. PM Ardern menegaskan kekuatan hukum penuh akan diberlakukan terhadap pelaku.

"Saya memohon kepada Anda: Ucapkan nama-nama korban yang kehilangan nyawa, bukan nama pria yang merenggut nyawa mereka," tutur PM Ardern dalam rapat yang digelar di Wellington, empat hari pascateror di dua masjid Christchurch.

"Dia seorang teroris. Dia seorang kriminal. Dia seorang ekstremis. Tapi, saat saya bicara, dia akan tanpa nama," tegasnya.
(knv/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed