16 Orang Tewas Akibat Amukan Topan Damrey di Filipina
Jumat, 23 Sep 2005 16:31 WIB
Jakarta -
Belakangan ini tampaknya bencana topan kerap menyerang beberapa negara. Sedikitnya 16 orang tewas akibat topan Damrey yang melanda Filipina utara. Kebanyakan korban meninggal karena tenggelam.Demikian disampaikan Anthony Golez, juru bicara Kantor Pertahanan Sipil Filipina (OCD), seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (23/9/2005).Meski begitu kerusakan properti dan pertanian akibat topan ini tampaknya tidak signifikan. Topan Damrey mulai menyerang pantai timur Luzon pada Selasa (20/9/2005) lalu. Kebanyakan daerah di Filipina utara, seperti provinsi Ilocos Norte, Cagayan dan Isabela terendam banjir."Kebanyakan korban jiwa adalah korban-korban yang tenggelam," ujar Golez. Dikatakannya, saat ini sekitar 20 ribu orang masih berada di tempat-tempat penampungan sementara.Damrey kini telah bergerak ke Laut Cina Selatan dan mengarah ke Cina selatan dan Hong Kong dengan kecepatan angin hingga 120 kilometer per jam. Topan dan badai tropis kerap menerjang Filipina, negara kepulauan yang memiliki sekitar 7 ribu pulau. Bencana alam paling mematikan di negeri Asia Tenggara itu, terjadi pada tahun 1991 silam. Saat itu lebih dari 5 ribu orang di pulau Leyte meninggal akibat banjir yang dipicu topan.Tahun lalu, serangkaian badai menyebabkan sekitar 1.800 orang meninggal atau hilang. Ini termasuk 480 orang yang meninggal akibat tanah longsor yang mengubur tiga kota di Quezon, yang disebabkan oleh hujan deras yang turun terus-menerus.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































