DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 18:30 WIB

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Harris Simamora

Isal Mawardi - detikNews
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Harris Simamora erdakwa pembunuhan satu keluarga Harris Simamora di PN Bekasi/Foto: Isal Mawardi-detikcom
Bekasi - Jaksa meminta majelis hakim menolak nota keberatan tim penasihat hukum Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

Alasannya, surat dakwaan ditegaskan jaksa sudah sesuai ketentuan termasuk lengkap menguraikan tindak pidana.

"Menolak keberatan dari penasihat hukum terdakwa Harris untuk seluruhnya, menyatakan surat dakwaansebagai dasar pemeriksaan dan mengadili perkara tindak pidana atas nama terdakwa Harris adalah sah menurut hukum, serta menetapkan pemeriksaan persidangan perkara atas nama terdakwa Harris tetap dilanjutkan," kata jaksa Fariz Rachman membacakan tanggapan atas eksepsi pengacara Harris Simamora dalam sidang lanjutan di PN Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (20/3/2019).





Tim jaksa memaparkan poin-poin tanggapan atas eksepsi pengacara Harris Simamora. Surat dakwaan menurut Fariz sudah menguraikan tindak pidana yang didakwakan.

Penyusunan surat dakwaan menurut Fariz sesuai dengan Pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP oleh karenanya surat dakwaan tersebut adalah sah dan dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara ini," ujar Fariz.

Jaksa juga menanggapi soal eksepsi mengenai ketidakcermatan menerangkan barang bukti visum. Jaksa mengatakan, kekeliruan penulisan nomor surat visum korban tidak membuat surat dakwaan batal.

"Kesalahan penulisan nomor Surat Visum et Repertum 364 menjadi 365, tidak dengan sendirinya menyebabkan surat dakwaan batal demi hukum atau dakwaan harus dibatalkan. Hal ini sesual dengan putusan Mahkamah Agung No.1162K/Pid/1986 yang menentukan 'Kekeliruan pengetikan yang tidak mengubah materi dalam surat dakwaan tidak membawa akibat hukum'. Sehingga tidak dibatalkannya surat dakwaan yang diakibatkan oleh kesalahan pengetikan telah diakui dalam praktek peradilan sebagai suatu Yurisprudensi," papar Fariz.





Tak ada tanggapan dari pengacara Harris Simamora. Sidang dilanjutkan Senin (25/3) pekan depan dengan agenda pembacaan putusan sela.
Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora alias Ari didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga Daperum Nainggolan di Bekasi.

Ada empat korbannya, yakni Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan. Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan terjadi pada sekitar pukul 23.45 WIB, Senin (12/11/2018), hingga sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (13/11/2018), di kediaman Daperum, Jl Bojong Nangka, Pondok Melati.

Pembunuhan ini berlatar belakang sakit hati atas pernyataan korban saat Harris Simamora hendak menginap. Harris didakwa dengan Pasal 340 KUHPidana, Pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHPidana, dan Pasal 338 KUHPidana.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed