Buntut Bentrokan di NTB, 4 Bintara Polri Diperiksa
Jumat, 23 Sep 2005 15:55 WIB
Jakarta - Sebanyak 4 bintara diperiksa menyusul bentrokan aparat dengan petani di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dikenai sanksi indisipliner. Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko menyatakan, 4 bintara itu diduga melanggar prosedur penanganan massa dalam bentrokan itu. "Saya tidak ingin menyebutkan nama. Yang jelas 4 bintara dari Polres Lombok Tengah sedang diperiksa di Polda NTB," kata Soenarko. Dijelaskan dia, 4 bintara tersebut seharusnya berada di barisan ketiga karena mereka membawa senjata. "Barisan pertama barisan tanpa tameng dan senjata, barisikan kedua anggota Polri yang membawa tameng dan barisan ketiga pasukan yang membawa senjata. Tetapi ketika bentrokan terjadi, 4 orang ini berada di depan," urai Soenarko.Bentrokan terjadi pada Minggu, 18 September 2005 sekitar pukul 10.00 Wita saat aparat kepolisian menarik secara paksa petani yang menduduki lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) Lombok Baru di Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).Akibatnya, puluhan petani menderita luka-luka terkena tembakan, termasuk dua anggota polisi luka terkena anak panah.
(aan/)











































