detikNews
Rabu 20 Maret 2019, 13:36 WIB

Wiranto: Rakyat Diancam dengan Hoax Itu Terorisme!

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Wiranto: Rakyat Diancam dengan Hoax Itu Terorisme! Menko Polhukam Wiranto (Rengga S/detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjamin pemilu berlangsung dengan aman dan damai. Dia heran bila ada isu yang menyebutkan adanya kerusuhan saat pemilu nanti.

"Tentang adanya isu dan hoax bahwa pemilu itu akan rusuh, sebelum pemilu akan ada gerakan massa, pemilu nanti adalah people power, ini saya sendiri heran mengapa isu itu dilemparkan, padahal keadaannya damai-damai saja. Keadaan juga tidak ada sesuatu yang ekstrem yang mengisyaratkan adanya seperti itu," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Wiranto menyebut penyelenggara pemilu serta aparat penegak hukum sudah memiliki rencana detail untuk mencegah terjadinya potensi ancaman terhadap pemilu. Dia meminta publik tidak mudah begitu saja menelan berita bohong atau hoax.




"Jangan percaya hoax kemudian ambil langkah sendiri-sendiri. Gunakan hak pilih Anda. Anda punya hak pilih sebagai warga negara untuk memimpin 5 tahun ke depan. Jangan sia-siakan kesempatan itu sehingga kita mengharapkan tidak ada lagi golput yang menyia-nyiakan kesempatan hak pilihnya hanya karena takut hoax," kata Wiranto.

Wiranto bahkan menyebut para penyebar hoax itu sebagai peneror masyarakat. Untuk itu, Wiranto menyebut para penyebar hoax itu bisa dijerat pula dengan aturan soal terorisme.

"Kan ada Undang-Undang ITE, pidananya ada. Tapi saya terangkan tadi hoax ini kan meneror masyarakat. Terorisme ada fisik dan nonfisik. Terorisme kan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kalau masyarakat diancam dengan hoax untuk takut datang ke TPS, itu sudah ancaman, itu sudah terorisme. Maka tentu kita Undang-Undang Terorisme," ucap Wiranto.
(abw/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed