detikNews
Rabu 20 Maret 2019, 08:30 WIB

Hiu Mati Massal di Karimun Jawa, WWF Sarankan Ikan Hiu Tak di Penangkaran

Faiq Hidayat - detikNews
Hiu Mati Massal di Karimun Jawa, WWF Sarankan Ikan Hiu Tak di Penangkaran Foto: Dok Cun Min/pemilik penangkaran
Jakarta - Sekitar ratusan ikan hiu mengalami mati mendadak di Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Bycatch & Shark Conservation Coordinator WWF Indonesia, Dwi Ariyoga Gautama menyarankan ikan hiu tidak berada di penangkaran.

"Kami tidak menyarankan ikan hiu itu ditangkar karena beberapa statement pemilik menyebut untuk pelestarian atau budidaya ikan, itu pengertian pelestarian misleading banget salah kaprah," kata Dwi Ariyoga Gautama saat dihubungi melalui telepon, Selasa (20/3/2019).



Pemilik penangkaran ikan di Menjangan Besar, Karimunjawa Cun Ming menyebut penangkaran hiu tersebut untuk keperluan wisata. Selama mendirikan keperluan wisata itu disebutnya tidak pernah menjual hiu.

Kembali kepada Dwi Ariyoga, ia menjelaskan budidaya ikan yaitu mempelihara anak hiu kemudian dibesarkan. Namun ia menduga yang dilakukan menangkap ikan lalu dipindahkan ke tempat penangkarannya.

"Kalau budidaya bisa dikembangkan jadi anak besar di situ, yang dilakukan di situ menangkap lalu dibesarkan, tidak menambah jumlah di alam, justru mengurangi (ikan hiu) pindahkan tempat. Kami tidak melihat ada pelestarian, kalau mau lihat itu lebih baik langsung di alam dibandingkan penangkaran," jelas dia.

Hiu Mati Massal di Karimun Jawa, WWF Sarankan Ikan Hiu Tak di PenangkaranFoto: Dok Balai Taman Nasional Karimunjawa


Menurut dia, jenis ikan yang mati tersebut yaitu blacktip reef shark (Carcharhinus melanopterus) atau The whitetip reef shark (Triaenodon obesus). Ikan hiu tersebut bisa berada di area terumbu karang.

"Hiu jenis karang, hidup area besar diterumbu karang tidak lebih 1,5 meter dewasa cuma umum segitu 1,2 meter," tutur dia.

Sebelumnya, Cun Ming merasa kaget ikan hiu yang dipeliharanya mati mendadak dalam jumlah besar. Kini ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Jateng untuk menelusuri penyebabnya.
(fai/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed