detikNews
Rabu 20 Maret 2019, 08:04 WIB

Tarif MRT Diusulkan Rp 1.000/Km Dianggap Terlalu Bebani Warga

Rivki - detikNews
Tarif MRT Diusulkan Rp 1.000/Km Dianggap Terlalu Bebani Warga MRT Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT Jakarta Rp 1.000/km. Tarif itu, dianggap Ombudsman RI, masih tergolong berat dan tidak kompetitif dengan moda transportasi umum lainnya.

Jika tarif 1.000/km itu disetujui, ada kemungkinan tarif paling mahal MRT dari stasiun awal ke stasiun akhir Rp 15.000. Sebagaimana diketahui, MRT fase 1 memiliki jarak sekitar 15 km.

"Bagi saya, angka Rp 15 ribu berat dan tidak memiliki kompetitif dengan yang lain seperti TransJakarta atau Commuter Line," ucap anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (19/3/2019).


Alvin mengatakan pembangunan MRT untuk mengurangi kepadatan di jalan raya sehingga, menurutnya, MRT seharusnya menjadi moda yang mampu menarik warga salah satunya dengan tarifnya yang tak boleh timpang jauh dengan angkutan umum lainnya.

"MRT itu pertama agar masyarakat pindah dari mobil pribadi ke transportasi massal. Lalu tarifnya juga harusnya tak boleh beda jauh dengan transportasi lain seperti TransJakarta, bus kota, dan sebagainya. Jadi itu harus kompetitif, kalau tarifnya jauh pengguna jasa tidak akan pindah," ungkapnya.


Dia menambahkan, sebaiknya MRT Jakarta jangan mengurangi kesalahan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, kereta bandara saat ini sepi karena tarifnya cukup tinggi.

"Prinsipnya untuk public service, moda transportasi massa jangan pakai pendekatan bisnis. Pembangunan MRT untuk mengurangi moda transportasi pribadi ke umum," tegasnya.



Saksikan juga video 'Kepo Nih, Berapa Sih Tarif MRT yang Diinginkan Warga Jakarta?':

[Gambas:Video 20detik]


(rvk/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed